15 % Hewan Kurban di RL Terjangkit Cacing Hati

CURUP, BE – Pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong (RL) hingga Sabtu (27/10) tercatat 1.681 ekor hewan kurban yang disebelih.  Terdiri dari 538 ekor sapi, kerbau 7 ekor dan 1.136 ekor kambing.

Persoalannya, berdasarkan hasil pemeriksaan satuan petugas (satgas) pemeriksaan hewan kurban Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten RL, pantauan post mortem terhadap daging aman sehat utuh dan halal (ASUH)  sekitar 15 persen hewan kurban yang disembelih terjangkit cacing hati/fasciolosis.

” Walaupun terjangkir cacing hati, daging kurban tetap aman dikonsumsi namun bagian hati yang rusak atau mengandung cacing disarankan tidak di konsumsi,” kata Kepala Disnakan RL Ir Amrul Eby MM, kemarin.

Penyakit cacing hati, kata Amrul Eby, bukan sesuatu yang serius karena bagian organ lain masih bisa di konsumsi, dan tidak menimbulkan penyakit hewan yang bisa ditularkan kepada manusia. “Hanya hati yang terserang cacing saja yang tidak diperbolehkan di konsumsi, ini temuan yang biasa,” terang Eby

Banyak faktor penyebab hewan kurban terjangkit cacing hati, salah satunya faktor makanan hewan dan kebersihan lingkungan hewan. Hanya saja Eby enggan menyebutkan dimana saja lokasi temuan cacing hati dari hewan kurban yang di potong. “Tidak fokus di suatu tempat saja, merata ada temuan beberapa ekor hewan kurban terjangkit cacing hati,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati RL H Suherman SE MM, kemarin memimpin pemotongan 16 ekor hewan kurban di Masjid Agung Baitul Makmur Sukowati Curup. Dalam arahannya bupati berharap tahun depan sejumlah satuan kerja berangkat daerah (SKPD) dan intansi vertikal di RL bisa berbagi dengan masyarakat lewat kegiatan kurban.

“Jumlah hewan kurban yang disembelih meningkat. Ini menandakan tingkat kesejahteraan masyarakat sudah baik, serta kesadaran masyarakat untuk berbagi dengan sesamanya dengan cara berkurban hewan untuk disembelih,” terang Suherman.(999)