15 Hektar Sawah Diterjang Air Bah

ERICK/Bengkulu Ekspress
SAWAH: Puluhan hektar sawah masyarakat terendam tertimbun material tanah, batu dan pasir akibat air bah sungai Bioa Baes

Tahun Ini Dipastikan Gagal Panen

LEBONG, Bengkulu Ekspress– Diterjang air Bah, lebih kurang 15 hektar sawah milik warga yang berada di kawasan Bioa Baes DesaTabeak Kauk Kecamatan Lebong Sakti, dipastikan gagal panen. Hal ini dikarenakan air bah yang membawa material pasir dan batu dari aliran sungai Bioa Baes menutup padi para petani baru selesai ditanam.
Data terhimpun, tertimpunnya sawah para petani oleh aliran sungai Bioa Baes, karena beberapa hari ini Kabupaten Lebong terutama di kawasan Lebong Atas hingga Lebong Sakti, diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi, terutama pada soreh hari hingga malam.

Ditambah lagi, jika hujan deras sungai Bioa Baes dipastikan meluap jika hujan deras. Hal ini dikarenakan alur sungai telah mengalami pendangkalan. Sementara sawah masyarakat, banyak berada di samping aliran sungai, sehingga ketika air meluap air sungai beserta material batu dan pasir langsung masuk ke persawahan petani.

Dikatakan Kepala Desa Tabeak Kauk, Lahmudin mengatakan bahwa setidaknya ada 15 hektar sawah milik lebih kurang 23 petani yang terkena material pasir dan batu. Akibatnya dipastikan untuk tahun ini para warga akan gagal panen.

“Material sudah menutup semua padi yang baru berumur sekitar 1 bulan,” sampainya, kemarin (07/02).

Selain menggagalkan panan padi dari 15 Hektar sawah para petani, ikan yang ada di kolam juga ikut hanyut. Seperti dikolam miliknya sendiri ebanyak 100 kilogram dan ada juga warga lain yang bibit ikannya yang mencapai 15 ribu ekor.“Semuanya hanyut tidak ada lagi sisahnya,” ucapnya.

Dengan kejadian ini, pihaknya sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Lebong. Untuk bisa memberikan keringanan kepada masyarakat yang telah menjadi korban air bah yang mengakibatkan puluhan hektar sawah gagal panen dan puluh ribuan bibit ikan yang hanyut. “Kasihan jika melihat kondisi sawah warga saat ini, kami berharap ada keringanan dari pemerintah,” harapnya.(614)