1,5 Hektar Ganja Ditemukan

SUKARAJA, BE – Bengkulu agaknya menjadi pasar empuk peredaran narkoba. Setelah menemukan 8,75 Kg ganja kering siap edar di Mukomuko, kali ini kepolisian menemukan ladang ganja seluas 1,5 hektar. Tumbuhan bernama latin Cannabis Sativa itu ditemukan Tim Reskrim Polsek Sukaraja di Talang Padang Guci Bukit Batu, Padang Capo Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Senin (28/5) malam. Siapa penanamnya belum diketahui. Tanaman ganja itu telah setinggi 2 meter dan siap panen. Ditanam dengan cara tumpang sari dengan tanaman kopi di lahan perkebunan sekitar hutan Bukit Batu. Kondisi tanah perbukitan membuat kawasan ini sulit terjangkau. Ditambah lagi akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan yang masih setapak. Temuan ladang ganja di Bengkulu bukan barang baru. Terbanyak ditemukan di Kabupaten Rejang Lebong. Dari catatan koran ini ada 2 kali temuan ladang ganja di daerah tersebut dalam tahun ini. Tepatnya 7 dan 23 Februari lalu, ribuan batang ganja ditemukan tertanam di areal Talang Pematang Gentung Desa Karang Pinang Kecamatan Sindang Beliti Ulu. Lokasi penanaman di daerah perbukitan dengan kemiringan 45 derajat. Tidak bisa dilalui kendaraan, tapi harus berjalan kaki menempuh jalan setapak sekitar 1,5 jam. Kapolres Seluma, AKBP P Lumban Gaol SIk melalui Kapolsek Sukaraja, Iptu Satria Dwi Dharma mengungkapkan penemuan ladang ganja di Kecamatan Sukaraja berawal dari informasi warga. Setelah berjalan selama 13 jam menyusuri perbukitan dan kawasan hutan, tepatnya sekitar pukul 23.00 WIB, tim berhasil menemukan ladang ganja siap panen. “Lokasi ladang ganja sangat jauh dari jangkauan. Letaknya di pedalaman sehingga hrus ditempuh dengan berjalan kaki,” katanya. Untuk barang bukti, tim Reskrim Seluma membawa ganja kering 15 kg dan 20 batang ganja setinggi 2 meter. Sementara itu kemarin sedikitnya 39 anggota tim kepolisian melakukan penyisiran kembali ke lokasi ladang ganja tersebut. Penyisiran itu dipimpin Kapolres Seluma, AKBP P Lumban Gaol SIK diikuti Kepala PPID Samosir, Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kapolsek serta anggota dan wartawan. “Kita ingin mengungkap tersangka pemilik lahan,” ucapnya.

Kawasan Tak tersentuh

Sementara itu Kepala Desa Padang Capo, Burman, saat di konfirmasi terkait adanya ladang ganja di wilayah kerjanya mengaku terkejut. “Saya baru tahu setelah tim dari Polsek menghubungi, ” ungkapnya. Lokasi ditemukannya ladang ganja itu termasuk kawasan pedalaman dan jarang terjangkau kecuali pekebun yang menetap di kawasan itu. Kawasan Bukit Batu merupakan kawasan berdekatan dengan perbatasan Bengkulu-Sumatera Selatan (Sumsel) yakni Ari Kelinsar. Hutan itu juga bisa ditembus tambang PT Bara Indah Lestari (BIL) Tumbuan, Semidang Bukit Kabu. Tak semua kendaraan bisa masuk di kawasan itu, hanya kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi. Itu pun tak bisa sampai di tempat. “Pekebun hanya bisa menempuh dengan berjalan kaki, ” katanya. Warga pekebun disana kebanyakan bukan warga asli Bengkulu, mereka kebanyakan warga Pagar Alam, Pasema dan lain-lain.”Memang lokasi itu juga kerap dimanfaatkan para kriminal untuk berlindung,” tuturnya

Usir Saja

Penemuan ladang ganja di kawasan Padang Capo, Sukaraja membuat Plt Bupati Seluma Bundra Jaya terkejut. Bahkan ia baru tahu setelah diinformasikan wartawan. Ia pun meminta tim untuk segera turun ke lokasi serta memusnahkan barang haram itu. Bundra menilai yang melakukan penanaman ganja bukanlah warga asli Seluma. Sebab areal lokasi penanaman itu berada di perbatasan, banyak warga luar daerah yang membuka kebun di Seluma. “Usir saja mereka dari Seluma, karena bukan warga Seluma dan hanya merusak nama Seluma saja,” cetusnya. (247)