14 Guru dan Bides Ditangkap Satpol

KEPAHIANG, BE – Aksi kejar-kejaran antara Satpol PP dengan sejumlah guru dan bidan desa sempat terjadi di kawasan Pasar Kepahiang Senin (30/7) sekitar pukul 11.00 WIB kemarin. Pasalnya guru dan bidan desa ini menolak dilakukan pendataan oleh Satpol PP Kepahiang dalam razia penegakan disiplin (gakin) PNS yang keluyuran pada saat jam kerja di Kepahiang. “Beberapa guru dan bidan desa ini sempat menolak saat akan kita lakukan pendataan, sebelum akhirnya KTP ke 14 PNS ini kita amankan dan dibawa ke kantor,” ujar Ksatpol PP Kepahiang Zakaria Anwar SSos MSi melalui Kabid PUKM Muhammad Din SH kemarin. Dikatakannya, setelah KTP para PNS ini diamankan oleh pihaknya, akhirnya secara bergantian para PNS ini mau didata oleh pihaknya. Dimana secara bergantian para PNS datang ke Kantor Satpol PP untuk mengambil KTP miliknya tersebut. “Sembari mengambil KTP miliknya, para PNS ini kita minta untuk menandatangani perjanjian yang isinya tidak akan keluyuran pada jam kerja lagi,” ujar Din. Menurutnya, dalam penertiban PNS yang keluyuran pada jam kerja ini, pihaknya sempat diprotes oleh para guru. Hal ini karena para petugas tidak tahu jika para guru ini kebanyakan sudah pulang pada jam 10.00 WIB seperti halnya guru SD dan beberapa guru SMP yang mengikuti ujian kompetensi guru (UKG) di Kepahiang. “Walaupun kebanyakan guru ini protes karena mengaku sudah pulang dari sekolahnya tetapi tetap kita lakukan pendataan karena para guru ini keluyuran di pasar dengan menggunakan seragam dinas PNS,” tegas Din. Dijelaskannya, para guru dan bidan desa ini sewaktu dilakukan razia oleh para petugas Satpol PP semuanya tengah membawa kantong kresek, karena Beberapa PNS ini tengah berbelanja di kios baju dan berbelanja sayuran untuk menu buka puasa. “Rata-rata PNS ini kita amankan saat membawa kantong kresek hasil belanjaanya di pasar,” jelasnya. Sementara itu, salah seorang PNS yang juga turut dilakukan pendataan oleh Satpol PP Kepahiang ini sewaktu mengambil KTP miliknya menyampaikan dirinya sama sekali tidak keluyuran pada waktu jam kerja. Menurutnya, sewaktu Satpol PP melakukan razia ia kebetulan melintas di pasar. Karena dirinya memakai pakaian dinas maka petugas Satpol PP lantas langsung mengejar dirinya. “Saya sebenarnya hanya lewat saja dan memang jam sekolah sudah habis,” ujar PNS yang enggan disebutkan namanya ini.

Nama PNS Keluyuran
1.Em, Bidan Desa Taba Air Pauh
2.Bu, Guru SMA Seberang Musi
3.Sa, Guru SDN 6 Seberang Musi
4.Al, Guru SMP 1 Bermani Ilir
5.Sa, Guru SMP 2 Kabawetan
6.Ra Guru SMP 2 Tebat Karai
7.AA, Guru SMP 3 Kepahiang
8.EE
9.US
10.Su, Guru SDN 5 Tebat Karai
11.Yu
12.El
13.Ya, Guru Meranti Jaya
14.Ap

Sumber:Satpol PP Kepahiang