132,8 Ha Sawah Kekeringan

Produksi Padi Merosot 50 Persen

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Seluas 132,8 hektare (Ha) lahan persawahan di 5 kecamatan di Kota Bengkulu mengalami kekeringan akibat kemarau sejak beberapa bulan terakhir. Dampak kekeringan tersebut membuat produksi padi merosot hingga 50 persen.

Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Kurniawan mengatakan, dari 702 hektare lahan persawahan di Kota Bengkulu, sebanyak 132,8 ha sudah mengalami kekeringan.
Akibatnya ratusan petani pada Oktober-Desember 2019 ini terancam merugi. Pasalnya, kekeringan tersebut diperkirakan membuat produksi padi merosot hingga 1.549 ton atau menurun dari produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,098 ton.

“Diperkirakan kekeringan pada tahun ini akan membuat produksi padi menurun hingga 50 persen, karena pertumbuhan tanaman terhambat dan sebagian juga gagal tanam,” kata Kurniawan, kemarin (15/10).

Untuk mengantisipasi menurunnya produksi padi, Pemerintah Kota Bengkulu telah bekerjasama dengan Bulog dalam menyediakan ketersediaan beras. Bahkan Bulog Divre Bengkulu telah menyiapkan sebanyak 7 ribu ton beras untuk di Provinsi Bengkulu termasuk Kota Bengkulu. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kota Bengkulu.



“Kita sudah antisipasi hal ini, Bulog menjamin ketersediaan beras aman, jadi meskipun produksinya menurun tapi beras masih aman di Kota Bengkulu,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Kelurahan Semarang Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, Hartono mengaku, meskipun beras tersedia, namun dirinya sebagai petani tetap tidak diuntungkan pada musim kemarau panjang ini. Pasalnya, lahan persawahan seluas 1 ha miliknya sudah mengalami kerugian hingga 6 ton. Alhasil, panen padi kali ini hanya bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri. “Sudah tidak semangat lagi rasanya lihat sawah kering. Kemarin saya cuma dapat 6 karung atau 300 kilogram saja, jadi tidak dijual tapi untuk makan sendiri,” ungkap Hartono.

Ia menambahkan, sebelumnya sempat meminta bantuan upaya pompanisasi pada pemerintah untuk menyelamatkan sawah yang kekeringan. Namun pemerintah tidak memberikan bantuan tersebut dengan alasan mesinnya rusak. “Saya sempat minta bantuan pompa yang ada, tapi katanya rusak, ya saya bilang diperbaiki dulu tapi sampai sekarang tidak ada. Kalau sekarang hanya nunggu hujan saja,” tutupnya.(999)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*