13 Ribu Remaja Konsumsi Narkoba

SOSIALISASI: Para istri Menteri RI yang tergabung dalam OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja menyapa ratusan pelajar peserta Sosialisasi Anti Narkoba, Pornografi dan Kekerasan di Gedung Serba Guna Pemprov Bengkulu, Rabu (28/2).
SOSIALISASI: Para istri Menteri RI yang tergabung dalam OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja menyapa ratusan pelajar peserta Sosialisasi Anti Narkoba, Pornografi dan Kekerasan di Gedung Serba Guna Pemprov Bengkulu, Rabu (28/2).

 

OASE Kabinet Kerja Aksi Pencegahan

BENGKULU,Bengkulu Ekspress– Berdasarkan data 2017 lalu, pengguna narkoba di Bengkulu mencapai 22 ribu orang dan didominasi sebanyak 13 ribu orang berasal dari kalangan remaja. Dibutuhkan peran dari seluruh stakeholder baik dari Pejabat Pemerintah maupun instansi terkait untuk terus melakukan pemberantasan dan pencegahan.
Ketua Bidang Sosial Budaya Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja sekaligus Istri Menteri Pertahanan RI, Nora Ryamizard Ryacudu mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba dan harus melibatkan semua pihak termasuk para stakeholder.

“Kita harus secara bersama-sama melakukan pencegahan akan peredaran narkoba yang merusak generasi kita dan harus melibatkan semua pihak,” ujar Nora pada Sosialisasi dan Pembekalan Anti Narkoba, Pornografi dan kekerasan bagi pelajar se-provinsi Bengkulu dan Keluarga Besar TNI-Polri oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Bengkulu bersama Oase Kabinet Kerja kemarin (28/2).
Pihaknya sangat menghargai semangat dan antusias anak-anak pelajar di Bengkulu untuk mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Semangat ini diharapkan jangan sampai mati tetapi diisi dan dihidupkan oleh semua pihak yang mempunyai tanggungjawab bersama menjaga generasi bangsa.

“Kita tidak tahu creator diluar sana ingin menghancurkan negara kita dengan masuknya sabu-sabu berton-ton ke Indonesia, untuk itu harus disadari kita memiliki gerakan nasional untuk memberantas narkoba,” tegas Nora.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, kegiatan yang digelar OASE Kabinet Kerja sangat baik dan dapat menjadikan para generasi muda di Provinsi Bengkulu. Hal ini mampu menciptakan SDM yang lebih berkompeten dan bermutu sehingga diharapkan lebih siap untuk mengisi pembangunan di Provinsi Bengkulu. “Saya kira kegiatan yang digelar Oase ini sangat bagus dan positif dalam upaya membangun generasi bangsa bebas narkoba,” ujar Rohidin.

Pihaknya berharap dengan semakin seringnya digalakkan kegiatan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, mampu menjadikan generasi muda dan masyarakat lebih memahami bahaya narkoba serta bisa menjauhkan semua generasi muda dari narkoba.

“Kita berharap kegiatan ini emmbawa dampak positif dan mampu mengurangi bahkan memberantas angka peredaran narkoba di Indonesia, khususnya Bengkulu,” tukas Rohidin.

Direktur Advokasi Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Brigjen Pol Dr Victor Pudjiadi SPB FICS DFM mengatakan, peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat membahayakan dengan menimbulkan korban yang tidak sedikit jumlahnya bahkan jenisnya pun kini bertambah dan bermacam-macam.

Dari data yang diperoleh, masuknya narkoba ke Indonesia 80 persen melalui jalur laut, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. Selebihnya, jalur udara dan darat digunakan sindikat pengedar untuk menyebar dagangannya.

“Oleh karenanya, BNN selalu berupaya melakukan pencegahan beredarnya barang haram tersebut. Diantaranya melaksanakan pemberantasan jalur suplai dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba,” kata Vicktor.

Pihaknya mengaku, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan oleh BNN saja, tetapi dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti dari TNI dan Polri untuk mewujudkan hal tersebut.

Upaya tersebut tentunya akan lebih maksimal jika para penentu kebijakan yang memegang wewenang pimpinan mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberantas dan menyelamatkan anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. “Kami berharap peredaran narkoba bisa diberantas dari Indonesia termasuk Bengkulu,” tegas Vicktor.

Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Bengkulu, Kombes Imam Syahroni mengatakan, sejauh ini peredaran narkoba banyak dilakukan melalui jalur laut, sehingga Provinsi Bengkulu juga harus mewaspadai peredaran naekoba melalui jalur perairan pantai barat.

“Kami sudah membuat MoU dengan Beacukai termasuk perhubungan udara dan juga sudah melakukan Pemantauan di Pelabuhan untuk memantau kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Bengkulu mulai dari Kapal Asing dan Nelayan,” jelas Imam.

Pihaknya terus melakukan tindakan preventif tersebut untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba melalui jalur laut. Jika melalui jalur laut wilayah timur, peredaran narkoba tersebut berasal dari negara Malaysia ataupun Tiongkok. “Kami terus mewaspadai jalur laut terutama wilayah timur yang rawan peredaran narkoba dari Malaysia dan Tiongkok sehingga harus dihentikan,” tukas Imam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kabid P2M) BNN Provinsi Bengkulu, Suraidah SSos mengatakan, Pihak BNN Provinsi Bengkulu juga telah menyiapkan mobil sosialisasi sebanyak 2 mobil sehingga kepada masyarakat yang tidak sempat mengikuti sosialisasi ini bisa mendapatkan pendidikan bahaya narkoba melalui mobil sosialisasi ini.

“Sosialisasi ini memang terbatas, maka dari itu kami sudah siapkan mobil sosisalisasi untuk masyarakat yang tak sempat mengikuti sosisalisasi semacam ini,” ujar Suraidah.

Hingga saat ini, data pengguna Narkoba di Bengkulu hingga 2017 lalu tercatat sebanyak 22 ribu orang didominasi oleh remaja mencapai 13 ribu orang.

BNN juga telah melakukan pencegahan, selain sosialisasi pihak BNN juga melakukan pelatihan kepada pelajar maupun masyarakat agar tidak terjun ke bisnis narkoba.

“Kami akan merehab para pecandu Narkoba agar pulih dan juga akan berupaya untuk memutuskan jaringan narkoba dan jangan sampai banyak generasi muda yang smeakin terjerumus hingga merusak masa depan bangsa,” tutup Suraidah .(999)