12 Ton Beras Sosial Siap Disalurkan

IRUL/Bengkulu EkspressSIAP: 12 Ton beras sosial yang sudah menumpuk di kantor Dinsos Kaur dan siap disalurkan ke korban bencana banjir, Selasa (7/5).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Untuk meringankan warganya yang mengalami musibah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur terus menyalurkan bantuan sosial. Menyikapi dengan bencana longsor dan banjir yang baru saja terjadi di Kabupaten Kaur belum lama ini, Pemkab Kaur kemarin (7/5) sudah menyediakan beras cadangan bantuan sosial sebanyak 12 ton yang siap pula distribusikan.

“Totalnya ada 12 ton yang kita siapkan, kebetulan stok lama kita sudah kita distribusikan keseluruhan kepada sejumlah warga yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinsos Kaur, Sidarmin Tetap MPd, kemarin (7/5).

Dikatakan Sidarmin, beras siap salurkan itu memang bersumber dari APBD Kaur yang peruntukannya penanggulangan sosial. Sedangkan untuk bantuan dari Provinsi Bengkulu yang selama ini diterima oleh pihaknya sudah berapa waktu yang lalu disalurkan. Meski demikian pihaknya tentu berharap bantuan itu tak lagi disalurkan dan tak ada lagi bencana baik tanah longsor maupun banjir di Kabupaten Kaur. “Harapan kita tak ada lagi bencana susulan ini sipatnya hanya sebagai antisipasi saja,” ujarnya.

Dikatakanya, dalam musibah banjir bandang yang terjadi di beberapa titik sebelumnya yakni daerah aliran sungai (DAS) Sambat meliputi Desa Air Jelatang, Kedataran, Tanjung Ganti di Kecamatan Maje DAS Sawang Dusun Sawang, Desa Argo Mulya Kecamatan Maje. Serta DAS Babat Desa Tanjung Dalam, Kepahyang, Tanjung Agung, Babat serta DAS sungai Luas serta DAS sungai Nasal Desa Suku Tiga, semuanya sudah diberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. “Bantuan yang kita berikan juga bergabung dari berbagai sumber yang kita salurkan secara langsung kepada korban bencana,” tutupnya.

Pencarian Tumini Dihentikan

Sementara itu, terhitung mulai kemarin (7/5) sejumlah pihak terkait mulai menghentikan pencarian Ibu Rumah Tangga (IRT) yang hilang terseret arus sungai Sambat. Ini lantaran korban, Tumini (60), tak juga berhasil ditemukan jasadnya atau keberadaan korban. Namun demikian pihak keluarga tetap melakukan pencarian keberadaan korban. Terhitung kemarin maka korban hilang sejak (28/5) memasuki hari ke-10.

“Kita terpaksa hentikan pencarian tim Basarnas juga sudah pulang, kami menyampaikan mohon maaf dengan pihak keluarga karena belum berhasil menemukan keberadaan korban,” kata Kepala BPBD Kaur, Ujang Syafiri SPd kemarin (7/5).

Dikatakan Ujang, selama 10 hari itu tim sudah berupaya semaksimal mungkin, untuk melakukan pencarian. Selain melalui jalur darat atau pinggir sungai tim pencarian juga melakukan pencarian melalui jalur air dengan menggunakan perahu karet serta berbagai upaya lain namun tak kunjung membuahkan hasil. “Kita juga berharap semua pihak untuk dapat berperan aktif harapan kita korban tetap dapat ditemukan,” tandasnya. (618)