12 Ribu Data Ganda Dihapus

CURUP, BE – Untuk menertibkan administrasi kependudukan di Kabupaten Rejang Lebong, dalam waktu dekat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Rejang Lebong akan menghapus sekitar 12 ribu data kependudukan. Kepala Dukcapil Rejang Lebong, Santoso SH MSi, mengatakan, 12 ribu data yang akan dihapus tersebut merupakan data ganda. Selain data ganda data yang akan dihapus tersebut merupakan data anomali atau data yang salah.

“Penghapusan yang kita lakukan untuk menghindari kesalahan dalam perhitungan jumlah penduduk Rejang Lebong ini,” ungkap mantan Asisten II Sekretariat Kabupaten Rejang Lebong tersebut.

Menurut Santoso, saat ini jumlah penduduk Kabupaten Rejang Lebong mencapai 300 ribu penduduk. Namun angka tersebut belumlah final lantaran masih banyak dijumpai sejumlah data ganda ataupun data anomali.

“Dengan adanya penghapusan data ganda dan anomali ini, nanti kita akan mengetahui dengan pasti jumlah penduduk kita,” tambah Santoso.

Lebih lanjut Santoso menjelaskan, banyaknya ditemukan data ganda lantaran banyak masyarakat yang berpindah-pindah. Saat pindah tersebut yang bersangkutan tidak mengurus surat pindah namun langsung mengurus administrasi baru di tempat baru.

“Dengan mengurus data baru ditempat yang baru tanpa ada surat pindah tentu saja data ditempat lama belum terhapus sehingga muncullah data ganda,” aku Santoso.

Selain itu ia juga menjelaskan, data ganja juga bisa ditimbulkan saat pembuatan data penduduk sendiri, dimana terjadi kesalahan penulisan huruf atau berbeda satu huruf saja, sehingga otomatis menjadi dua data karena data yang salah tidak langsung dihapus. Oleh karena itu untuk menghilangkan semua data ganda tersebut mereka akan segera melakukan pengahapusan yang direncanakan akan dimulai bulan Mei ini.

“Selain untuk memastikan jumlah penduduk, penghapusan data ganda ini juga untuk mengetahui realisasi program KTP Elektronik di Rejang Lebong ini, karena masih banyak warga kita yang belum memiliki KTP elektronik terutama bagi mereka yang datanya masih salah,” tutup Santoso. (251)