1,2 Juta Penduduk Telah Rekam E-KTP

SESAK: Masyarakat berdesakan mengambil nomor antrean pencetakan E-KTP di Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu.
SESAK: Masyarakat berdesakan mengambil nomor antrean pencetakan E-KTP di Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jumlah Penduduk Provinsi Bengkulu telah merekam E-KTP mencapai 1.299.470 dari total wajib KTP mencapai 1.415.482 orang, dengan rincian Bengkulu Selatan 115.703 orang, Rejang Lebong 172.531, Bengkulu Utara 193.359, Kaur 77.938, Seluma 132.513 , Mukomuko 121.570, Lebong 65.076, Kepahiang 101.371, Bengkulu Selatan 77.000, Kota Bengkulu 242.409 (Lihat Grafis). “Per tanggal 6 April 2018 lalu, sudah 91.80 persen penduduk di Provinsi Bengkulu telah melakukan perekaman e-KTP. Sehingga target pembuatan e-KTP satu jam kami optimis bisa dilakukan,” kata Kepala Dukcapil Provinsi Bengkulu, M Ikhwan SH MH, ujarnya kepada Bengkulu Ekspress.

Ikhwan menjelaskan, kondisi pelayanan pembuatan E-KTP di setiap daerah bisa berbeda. Kadangkala harus terkendala masalah listrik yang sering padam sementara di Dukcapil dan Kecamatan terkadang terkendala genset yang tidak ada. Tak hanya itu, masalah jaringan internet yang terkadang macet juga menjadi kendala. “Kalau semua ready (Siap) Insyallah pembuatan e-KTP dalam waktu satu jam bisa dilakukan di Bengkulu,” sambung Ikhwan.

ktpGuna mewujudkan hal ini, pihaknya juga sudah dan sedang melakukan koordinasi dengan Dukcapil Kabupaten/Kota untuk segera melakukan perekaman keliling dengan cara datang ke desa-desa, kecamatan dan sekolah untuk mempercepat proses perekaman data penduduk. “Kami akan mempercepat proses perekaman sehingga semua masyarakat sudah bisa melakukan perekaman data,” lanjut Ikhwan.

Terpisah, penjabat Walikota Bengkulu, H Budiman Ismaun MPd mendesak agar Dukcapil Kota, untuk segera menyelesaikan e-KTP masyarakat yang belum dicetak. Dalam hal ini Dukcapil diminta kerja lembur, agar bisa menyelesaikan sebelum hari pencoblosan Pilwakot 27 Juni 2018 mendatang. “Saya sudah menekannya agar full time mereka bekerja bila perlu lembur, apalagi kita mau Pilkada 2 bulan lagi,” kata Budiman.

Dijelaskannya, tak dapat dipungkiri keluhan masyarakat terhadap lambannya pembuatan KTP ini cukup tinggi, apalagi antrian untuk membuat KTP ini tidak pernah putus, karena hampir setiap hari kantor Dukcapil di padati oleh masyarakat. Namun dalam hal ini pemerintah daerah sudah berupa semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

Menurut Budiman, dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang pernah dilakukannya beberapa waktu lalu, sudah menampung aspirasi masyarakat secara langsung, terutama ruang tunggu antrian, yang akan segera diperbaiki agar lebih representatif.

Kemudian, ia juga menekankan agar Dukcapil dapat menambah tenaga kerja agar proses pengerjaan bisa lebih cepat, begitupun juga untuk lebih memaksimalkan peralatan yang ada. “Jadi saya mengharapkan tidak ada masyarakat yang tidak terlayani e-KTP,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota, Hamsi AMd, menegaskan agar pihak Dukcapil bisa segara menyelesaikan 17 ribu masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan e-KTP. Dan ditargetkan agar pencetakan ini selesai, sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan untuk proses pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) 2018.

“Kita sangat sesalkan kejadian ini, sudah menjelang Pemilihan kepala daerah tetapi masih ada sekitar 17 ribu yang belum terekam. Sedangkan Undang-undang jelas syarat memiliki itu harus ada KTP elektronik,” tandas Hamsi.(805/333)