12 CJH Gagal Berangkat

foto Akhmad Hafizuddin=
foto Akhmad Hafizuddin=

CURUP, Bengkulu Ekspress – Dari kuota 235 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Rejang Lebong yang akan diberangkatkan tahun 2018 ini,12 diantaranya harus mundur atau gagal diberangkatkan. Ke-12 orang yang gagal berangkat tersebut, empat diantaranya batal diberangkatkan karena sudah meninggal dunia. Kemudian 8 diantaranya melakukan penundaan keberangkatan karena beberapa faktor, mulai dari faktor keluarga hingga faktor ekonomi.

“Dari 12 CJH kita yang gagal berangkat tersebut, 4 diantaranya meninggal dunia sehingga otomatis batal, sedangkan 8 orang ditunda keberangkatannya,

” terang Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Akhmad Hafizuddin, MHi saat ditemui Senin (12/3) kemarin.
Dengan adanya 12 CJH yang gagal berangkat ke tanah suci tersebut, maka menurut Hafiz, akan digantikan oleh CJH yang sudah masuk daftar tunggu untuk tahun 2019 mendatang. Mereka yang menggantikan adalah mereka yang sudah masuk daftar tunggu paling atas.

“Untuk yang melakukan penundaan, maka akan menjadi prioritas keberangkatan tahun 2019 mendatang,” jelas Hafiz.

Sedangkan untuk biaya pengembalian 4 CJH yang meninggal dunia sendiri, menurut Hafiz, apabila pihak ahli waris sudah memenuhi segala ketentuan untuk mengembalikan dana CJH maka proses pengembalian dana CJH yang meninggal dunia tersebut akan cepat diproses oleh pemerintah pusat. Bahkan menurutnya paling lama 1 bulan dari semua syarat terpenuhi. Bahkan untuk yang meninggal ditahun 2018 sendiri, proses pengembalian dananya sudah selesai.

Sementara itu, untuk daftar tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, menurut Hafiz hingga akhir tahun 2017 kemarin tercatat mencapai 3.586 orang. Namun menurutnya jumlah tersebut dipastikan terus bertambah, karena pendaftaran jemaah haji di Kabupaten Rejang Lebong hampir setiap hari selalu bertambah.

“Dengan melihat daftar tunggu yang ada dan kuota yang kita miliki, maka yang mendaftar sekarang kemungkinan baru bisa berangkat 15 tahun lagi, namun kita berharap kuota kita akan bertambah sehingga bisa mengurangi daftar tunggu calon jemaah haji kita,” demikian Hafiz. (251)