11 Ribu Penduduk Alami Hipertensi

HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit tidak menular yang cukup banyak diderita masyarakat di Provinsi Bengkulu pada 2019 lalu. Bahkan penyakit ini termasuk yang paling banyak diderita masyarakat, dengan jumlah penderita mencapai 11.332 atau lebih tinggi dibandingkan penyakit tidak menular lainnya seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, kanker, penyakit paru, asthma, osteoporosis, dan gagal ginjal kronik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, H Herwan Antoni SKM Mkes MSi mengatakan, jumlah penderita hipertensi di Provinsi Bengkulu cukup banyak mencapai 11 ribu jiwa. Dimana angka penderita tertinggi berada di Kota Bengkulu sebanyak 4.264 jiwa dan terendah berada di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan jumlah penderita mencapai 400 jiwa.

“Berdasarkan data yang kita miliki, jumlah penderita hipertensi terbanyak ada di Kota Bengkulu dan terendah ada di Kabupaten Bengkulu Selatan,” kata Herwan, kemarin (13/1).

Ia mengaku, untuk mencegah penyakit hipertensi, masyarakat harus rutin mengendalikan tekanan darah. Setidaknya, mengubah gaya hidup menjadi sehat dan minum obat secara teratur sesuai rekomendasi dokter. Serta, melakukan kontrol secara teratur minimal satu bulan sekali”Penyakit tidak menular tertinggi di Provinsi Bengkulu sampai Desember 2019, yaitu hipertensi. Oleh karena itu, masyarakat harus mengubah gaya hidup menjadi sehat dan mengontrol kesehatan secara teratur,” ujar Herwan.

Ia menjelaskan, faktor risiko penderita hipertensi yang tidak dapat diubah, yaitu umur, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Sementara faktor risiko yang dapat diubah, yaitu kebiasaan merokok, kurang makan buah dan sayur, konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, dislipidemia atau kolesterol dan stres. Karena umumnya, hipertensi tidak disertai gejala atau keluhan tertentu.

Namun, jika terus dibiarkan akan terjadi komplikasi seperti gangguan jantung, saraf, selebral atau otak, gangguan fungsi ginjal, atau gangguan penglihatan. “Untuk mencegah dan mengurangi populasi penderita hipertensi masyarakat harus melakukan pola hidup sehat. Hal terpenting itu cek kesehatan secara berkala. Berhenti merokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Lisyenti Bahar SKM MPPH mengatakan, pada 2020 ini pihaknya memprioritaskan penanganan empat penyakit tidak menular di daerah. Keempat penyakit tidak menular tersebut diantaranya hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker, dan diabetes. Dengan memprioritaskan pada panyakit tersebut, diharapkan angka penderita di Bengkulu bisa ditekan.

“Setiap tahun kita sudah menekan bertambahnya jumlah penderita penyakit tidak menular di Bengkulu, bahkan jumlah penderita penyakit tidak menular seperti hipertensi angkanya pada 2019 ini menurun dibandingkan 2018,” kata Lisyenti.

Ia mengaku, pada 2018, jumlah penderita penyakit hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan mencapai 83.193 jiwa. Angka tersebut menurun pada 2019 lalu menjadi 11.332 jiwa. Penurunan jumlah penderita penyakit hipertensi disebabkan upaya yang dilakukan oleh pemerintah seperti melakukan sosialisasi ke masyarakat serta mendorong mereka untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Banyak program yang kita lakukan pada 2019 lalu seperti melakukan pelatihan dan rapat koodinasi dengan petugas kesahatan di daerah. Dan Alhamdulillah kita berhasil menekan jumlah penderita penyakit tidak menular,” tutupnya.(999)