11 Pasar Rakyat di Kepahiang Belum Ada MCK

ilusterasi

KEPAHIANG,bengkuluekspress.com – Sebanyak 11 pasar rakyat di Kabupaten Kepahiang belum tersentuh pembangunan pemerintah daerah. Pasar rakyat atau dikenal dengan sebutan pekan di kalangan masyarakat itu, belum memiliki fasilitas tempat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang menjadi kendala bagi masyarakst saat aktivitas jual beli di pekan.
Kondisi tersebut menjadi temuan Pansus 3 DPRD Kabupaten Kepahiang ketika turun ke lapangan untuk menjaring masukan masyarakat.
“Ada 23 pasar rakyat, baru 12 diantaranya ada sentuhan pembangunan, selebihnya belum sama sekali,” tegas anggota DPRD Kepahiang, Anudin.

Wakil rakyat yang menjadi Ketua Pansus 3 ini menuturkan, fasilitas umum seperti los dagang hingga MCK sangat dibutuhkan di Pasar Rakyat. Selain menjadi kebutuhan warga, dengan adanya pembangunan oleh pemerintah akan mendatangkan keuntungan tersendiri. Sebab pasar tersebut jadi sumber pendapatan baru bagi daerah, lewat penarikan retribusi sampai pembayaran sewa los dari para pedagang.
“Melalui Raperda pasar rakyat inilah kita ingin mendorong adanya sumber PAD baru bagi daerah. Kalau sudah ada aturannya kemudian fasilitas sudah dibangun daerah tentu warga (Pedagang, red) tidak akan keberatan membayar retribusinya,” ucap Anudin.

Dilanjutkan Anudin, pasar-pasar yang belum tersentuh pembangunan dari APBD itu semuanya berada di pedesaan diantaranya wilayah Kecamatan Ujan Mas.
“Melalui Raperda Pasar Rakyat inilah kita akan mendorong agar adanya pemerataan pembangunan,” tuturnya.

Dijelaskan Anudin, pasar rakyat dipedesaan merupakan salah satu roda penggerak perputaran uang bagi warga desa, lewat aktivitas jual beli. Yang sudah tentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Jadi sudah seharus menjadi sektor prioritas pembangunan daerah. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*