11 Kecamatan Pleno Terbuka, Berseri Masih Unggul

RAPAT PLENO: Rapat Pleno Terbuka hasil Perhitungan Suara Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Kaur tingkat kecamatan di kantor PPK Kecamatan Kaur Selatan, Jum’at (11/12).

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Sebanyak 11 kecamatan telah menyelesaikan rapat pleno terbuka tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sedangkan empat kecamatan lain yakni Maje, Nasal, Muara Sahung dan Tanjung Kemuning, masih menunggu beberapa Panitia Pemilihan Suara (PPS) yang belum tiba di PKK untuk menggelar pleno.

“Dijadwalkan besok (hari ini, red) pleno digelar di empat kecamatan itu dan mudah-mudahan secepatnya dapat diselesaikan,” kata Komisioner KPU Kaur, Divisi Teknis, Irpanadi SIkom, Jum’at (11/12).

Dikatakannya, salah satu kendala belum digelar pleno yakni ada beberapa PPS yang masih dalam perjalanan, sebab sejumlah kecamatan ini semuanya terdapat TPS sulit yang membutuhkan waktu yang lebih panjang dari TPS lain untuk membawa kotak suara serta hasil pleno menuju PPK. Sehingga diperlukan waktu lebih dari biasanya. Meski begitu, pihaknya optimis hari ini seluruh PPK usai menggelar pleno dan selanjutnya dapat dilanjutkan ke pleno tingkat kabupaten.

“Setelah selesai tingkat PPK akan kita lanjutkan ke tingkat kabupaten sesuai dengan tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan oleh PKPU,” terangnya.

Sementara itu, sampai Jum’at (11/12) data yang masuk ke situs resmi KPU Kaur yakni www.pilkada2020.kpu.go.id untuk Kabupaten Kaur sesuai dengan update pukul 14.45 (11/12) sudah 128 TPS terinput di sistem atau sudah 40,25 persen. Kemenangan masih ditangan paslon nomor urut 2 yakni Lismidianto – Herlian Muchrim, tim dengan jargan Berseri berhasil unggul dengan perolehan suara 16.824 atau 52,2 persen.

Sedangkan Gusril Pausi-Medi Yuliardi (GM) dengan total perolehan suara sementara hanya 15.403 atau 47,8 persen. Terkat dengan belum masuk hingga 50 persen suara ini dibenarkan oleh Ketua KPU Kaur Meixxy Rismanto SE. Dijelaskannya, hal ini terkendala jaringan serta cuaca yang membuat para petugas yang ditugaskan mengirim data sirekap per TPS lamban mengirim data bahkan ada yang belum berhasil sama sekali mengakses sirekap.

“Kendala jaringan sehingga akses internet banyak yang tidak bisa masuk. Nah akibat lambannya infut sirekap ini membuat data masuk ke perhitungan cepat yang bersumber dari hasil foto formulir model C1 hasil KWK yang dikirim KPPS melaui sirekap juga tertunda,” tandasnya. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*