104 Kasus DBD di Rejang Lebong

nyamuk-dbd
Foto : IST

CURUP, Berita Ekspress – Selama tahun 2018 ini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rejang Lebong cukup tinggi. Hingga Juli 2018 kemarin, jumlah masyarakat Rejang Lebong yang dinyatakan positif DBD mencapai 104 orang.

“Hingga bulan Juli kemarin, kita sudah menemukan 104 kasus DBD di Kabupaten Rejang Lebong ini,” sampai Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Eni Seri Wahyuni.

Bahkan menurut Eni, dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, dengan rentang waktu yang sama jumlah kasus DBD di Kabupaten Rejang Lebong tahun 2018 ini meningkat tajam, karena untuk tahun 2017 saja hingga bulan Juli, Dinas Kesehatan Rejang Lebong hanya mencatat ada 64 warga Rejang Lebong yang mengalami DBD.

Lebih lanjut Eni menjelaskan, dari 104 kasus DBD yang mereka temukan ditahun 2018 ini, kasus tersebanyak ditemukan di Kecamatan Curup sebanyak 43 kasus, Curup Utara 30 kasus kemudian Bermani Ulu Raya 15 kasus.

Tingginya penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, menurut Eni berdasarkan analisa yang mereka lakukan, dikarenakan tingginya mobilitas warga yang keluar masuk ke Rejang Lebong pada saat hari Raya Idul Fitri lalu. Karena menurutnya, kasus DBD di Rejang Lebong ini meningkat setelah lebaran Idul Fitri, karena sebelum Idul Fitri, kasus DBD di Rejang Lebong tidak meningkat secara signifikan.



“Dari analisa kami, indikasi kasus DBD meningkat karena banyak masyarakat dari luar Rejang Lebong yang membawa DBD, kemudian menular ke warga Rejang Lebong,” sampai Eni

Kabupaten Rejang Lebong Endemik DBD

Meskipun ia mengakui, Kabupaten Rejang Lebong, termasuk endemis untuk kasus DBD. Untuk memutus mata rantai penularan DBD ini, Eni mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga lingkungan di sekitar rumah, agar mengurangi resiko penularan DBD dengan menerapkan 3M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur. Menurut dia, langkah itu lah yang paling ampuh untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.

Sedangkan untuk pengasapan atau fogging, menurut Eni ada beberapa kali mereka lakukan. Hanya saja, menurutnya pengasapan dinilai tidak efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit DBD. karena Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja, sedangkan telurnya dan jentiknya tidak mati sehingga bisa menularkan DBD. “Langkah yang paling efektif untuk mengatasi DBD ini adalah dengan melakukan 3M,” demikian Eni.(251)