1000 Tanda Tangan Tolak Lady Gaga

BENGKULU, BE – Aksi penolakan terhadap kedatangan Lady Gaga kemarin dilakukan keluarga besar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Iqra’ 1 Bengkulu. Ratusan siswa, orang tua/wali dan guru SDIT menggelar aksi demo menolak konser Lady Gaga. Unjuk rasa penolakan terhadap Lady Gaga itu dilakukan lewat orasi, dan pembubuhan 1000 tanda tangan di atas spanduk putih sepanjang 30 meter, yang dimulai pukul 08.45 WIB. Meski unjuk rasa dilakukan hanya 1 jam, namun sempat membuat jalan depan sekolah sepanjang ratusan meter macet total. “Ini merupakan aksi moral menolak konser Lady Gaga”, ungkap Kepala SDIT Iqra’ 1 Bengkulu, Sutrisno, SPdI. Menurutnya, aksi ini sebagai penyampaian keprihatinan dari anak-anak Islami terhadap kondisi moral bangsa. Dimana pada saat ini Indonesia sedang mempopulerkan pendidikan karakter bangsa. “Jangan beri kami contoh perilaku tidak bermoral,” lontar Wahyu Agung Pratama, siswa 6 dengan semangat. Orasi sederhana namun penuh arti ini disampaikan di tengah halaman dan disambut pekikan “Allahu Akbar” ratusan siswa yang hadir. Menurut pandangan siswa-siswi SDIT, kedatangan Lady Gaga ke Indonesia bisa membawa bencana. “Tolak Lady Gaga sebelum Allah melaknat bumi nusantara ini,” teriak Fatimah Zahratunisa dari kelas 4. Sementara orang tua/wali siswa SDIT pagi itu juga turut hadir berkumpul di halaman sekolah. Memberi dukungan dan semangat buat putra-putri yang sangat membutuhkan pendidikan budi pekerti yang baik. Hingga tak rela jika hati anak-anak ibarat kertas putih, harus dinodai. “Anak-anak ini apa yang dilihat, cenderung akan ditiru. Perilaku yang tidak mencerminkan budaya ketimuran, sudah sewajarnya ditolak,” ungkap ibu Ida (54) wali dari Restu, siswa kelas 5B. Setelah melakukan orasi, total lebih dari 750 siswa, orang tua wali dan guru secara bergantian menorehkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 30 meter sebagai wujud persetujuan dan sepakat bersama “Menolak Konser Lady Gaga”. ”Spanduk ini hari ini juga juga akan kita dikirim ke SDIT Pusat untuk disatukan dengan hasil aksi serentak anak SDIT Se-Indonesia. Berikutnya akan dibawa ke Mabes Polri sebagai bukti penolakan kita,” kata Kepala Sekolah, Sutrisno. (cw5)