100 Ribu Ekor Bibit Ikan Dilepas

Ari, pelepasana bibit ikan dikawasan danau talang kering oleh DKP Provinsi Bengkulu dan Disnakan Rejang Lebong (1)

CURUP, BE – Demi menjaga kelestarian ekosistemĀ  lingkungan, khususnya perairan air tawar, Dinas Kelautan dan Perikatan Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Rejang Lebong melakukan restocking dengan melepas ribuan bibit ikan air tawar di sejumlah lokasi di Kabupaten Rejang Lebong. Setidaknya ada sekitar 100 ribu ikan yang dilepas meliputi jenis Nila dan Tawes.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan, untuk menjaga populasi ikan diperairan umum, mengingat saat ini sudah banyak perairan yang sudah dieksploitasi masayarakat,” terang Kadisnakan Rejang Lebung, Amrul Ebby.
Kegitan restocking kali ini dilakukan di tiga lokasi berbeda yang pertama di Danau Bermanei atau yang dikenal Danau Talang Kering yang terletak di Curup Utara. Selain di Danau Talang Kering titik restocking lainnya yaitu di aliran Sungai Musi baik yang berada di daerah kecamatan Curup Utara maupun Curup Selatan. Dengan adanya kegitan restocking tersebut Amrul Eby meminta kepada masyarakat untuk berperan serta menjaga bibit-bibit ikan tersebut yaitu dengan tidak melakukan ilegal fishing seperti dengan sentrum maupun racun.
“Selain itun menjaga kelestarian ekosistem air tawar kegiatan ini juga bisa digunakan untuk memnuhi kebutuhan masyarakat sekitar saat sudah besar nanti,” terang Amrul Eby.
Senada dengan yang disampaikan oleh Amrul Eby, Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Renaldi yang diwakili Kabid Perikanan, Fatmawati meminta kepada masyarakat untuk ikut menjaga, dan tidak mengambil ikan tersebut sebelum layak konsumsi sehingga hasil yang diharapkan menjadi maksimal.
“Kita berharap masyarakat bisa menjaga, dan jangan dipancing terlebih dahulu sebelum berusaha sekitar 4 bulan atau saat sudah layak konsumsi,” harap Fatmawati.
Selain itu ia juga berharap agar masyarakat tidak menagkap ikan dengan cara-cara yang dilarang seperti meracun dan setrum, bahkan ia juga menghimbau agar masyarakat janga menagkap menggunakan jaring maupun jala, karena menurutnya denganĀ  menggunakan jala ikan yang kecil juga ikut tertangkap.(251)