100 Persen Desa di Bengkulu Teraliri Listrik

Bengkulu, Bengkuluekskpress.com -Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, Selasa Siang (23/4), mengadakan konferensi pers di ruang Media Center kantor Gubernur Bengkulu. Terkait pencanangan 100% rasio desa berlistrik di Provinsi Bengkulu.
Dalam Konfress tersebut, gubernur mengatakan melalui PLN area Bengkulu Pemprov Bengkulu secar bersama mengatasi ketertinggalan Bengkulu. Hasilnya secara khusus dan mendasar di Provinsi Bengkulu seluruh desa sudah teraliri listrik 100 persen.

“Semua desa teraliri listrik 100 persen, besok pagi, Rabu (24/4/19), launching desa terakhir, yakni Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje kabupten Kaur,” terang Gubernur kepada awak media.

Dikatakannya, pada saat ini 100 persen desa teraliri listrik. Tandanya sudah menyelasaikan persoalan mendasar yang terjadi. Dengan teralirinya listrik di seuruh desa dapat mendorng indusrti rumah tangga. Pencerahan informasi komunikasi dapat dirasakan masyarakat desa jika adanya aliran listrik.

“Kebutuhan mendasar sebuah desa sudah terpenuhi, hal itu dapat mengakomulasi tingkat kemajuan Provinsi Bengkulu,” pungkas gubernur.

Pertumbuhan sektor usaha dapat meningkat dengan adanya semua desa teraliri listrik. Dengan sudah teralirinya listrik, perawatan jaringan yang harus diperhatikan konsumen maupun PLN sehingga tidak ada pemadaman listrik yang sudah menjadi tanggung jawab internal.

Dengan hal ini pula dapat memposisikan Bengkulu, menjadi sumber energi dalam Ketahanan Energi Nasional. Dengan banyaknya sumber energi di Provinsi Bengkulu, dapat menjadi over suplay bagi daerah tetangga.

Apalagi saat ini sudah 80 persen pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x 100 Mw di kawasan ekonomo khusus (KEK) Pulau Baai. Didukung lagu di kabupten Lebong, PLTG 2x 50 Mw sudah beroperasi maka 2023 dapat menjadikan Bengkulu sebagai ketahanan energi nasional.

“Maka itu, semakin memposisikan Ketahanan Energi Nasional. Hal itu dapat meningkatkan daya saying daerah,” tukasnya

PLN diharapkan tanggap terhadap tuntutan konsumen jangan sampai ada mati lampu. Poin penting, hal ini segera dilaporkan ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa program strategis penerangan sudah dientaskan Provinsi Bengkulu.

Manajer PLN Area Bengkulu, Hanafi Adrhean Abidin mengatakan, perawatan jaringan sudah ada tim tersendiri yang menanganinya, baik pelayanan teknik, maupun pemangkas pohon untuk mengawsi jarak aman pada jaringan.

Masyarakat juga diimbau tidak memangkas ataupun menamam pohon di bawah jaringan karena dapat membahayakan. Sudah banyak terjadi kecelakaan saat memotong pohon di area jaringan PLN.

Jika ada pohon di dekat jaringan laporkan saja biar PLN yang mengatasinya. Partisipasi dari masyarakat sangat dibutuhkan jika tidak ada partisipasi dari pelanggan tidak bisa kami pantau.

“Kami imbau untuk menjaga aset publik bersama,” tegasnya.

Saat ini dari 1.513 desa di provinsi Bengkulu rasio berlistrik sudah 100 persen teraliri.

“Rasio Elektrik (RE) rumah tangga berlistrik di Bengkulu sudah mencapai 98 persen. Ada sekitar 8 ribu unit rumah yang belum tealiri listrik,” tandasnya.

Rasio rumah tangga berlistrik untuk Provinsi Bengkulu saat ini, ada 5 kabupaten yang RE belum mencapai 100 persen berlistrik.

PLN bersinergi dengan Dinas ESDM Provinsi Bengkulu dengan berkoordinasi kepada Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM untuk memudahkan konsumen melakukan pemasangan listrik dan melalui biaya CSR dapat gratis pembiayaan pemasangan. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*