100 Hari Kerja Helmi-Dedy Prioritaskan Infrastruktur

Helmi-Dedy
REWA/Bengkulu Ekspress
KPU Kota Bengkulu serahkan salinan penetapan wali kota terpilih kepada Helmi Hasan – Dedy Wahyudi di Hotel Santika Kota Bengkulu, kemarin (26/7)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu menetapkan pasangan calon nomor urut tiga Helmi Hasan-Dedy Wahyudi sebagai pasangan Wali Kota Bengkulu terpilih periode 2018-2023. Duet Helmi Hasan bersama Dedy Wahyudi memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada program 100 hari kepemimpinannya.

“Kita akan fokus pada infrastruktur, air bersih dan listrik, serta kebersihan,” kata Helmi, usai Rapat Pleno Penetapan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) 2018 di Hotel Santika Bengkulu, kemarin (26/7).

Menurutnya, pemerintah akan melakukan perbaikan infrastruktur mulai dari jalan, drainase, taman-taman kota serta lampu jalan. Tidak hanya diperbaiki beberapa infrastruktur seperti taman kota akan semakin dipercantik lagi. “Kita akan bekerja semaksimal mungkin dalam 100 hari ini sehingga tidak ada lagi taman-taman, lampu jalan serta drainase kita yang tidak baik,” ujar Helmi.

Ia menambahkan, untuk lampu jalan dan taman-taman kota, pihaknya telah memperbaikinya sejak masa kepemimpinannya yang lalu. Program tersebut dibawah kepemimpinannya akan kembali dilanjutkan bahkan beberapa program lainnya seperti pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Bengkulu juga direncanakan akan dibangun. “Kami berencana membangun TPU seluas 10 ha di Air Sebakul Kota Bengkulu, sehingga TPU tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemakaman berbagai umat baik muslim maupun non muslim,” jelas Helmi.



Untuk mewujudkan semua itu, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai kalangan baik pemerintah, masyarakat, perbankkan, pengusaha, alim ulama dan lainnya. Hal ini dilakukan agar pembangunan di Bengkulu diharapkan mampu berjalan dengan baik. “Karena pemerintah tidak bisa jalan sendiri tanpa dukungan dari yang lainnya,” tukas Helmi.

Ketua KPU Kota Bengkulu, Zaini SAg, penetapan Helmi-Dedy sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu didasarkan pada Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2018 pasal 49 ayat 1 yang mengatur bahwa pasangan calon terpilih adalah pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak. “Mereka ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota karena suara terbanyak dan selain itu penetapan juga berlandaskan karena tidak adanya gugatan perselisihan hasil pemilu yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi,” jelas Zaini.

Diketahui Wali kota terpilih Helmi Hasan-Dedy Wahyudi Hasan meraih suara sebesar 44.449 pemilih atau sebesar 33,32 persen suara. Sementara di posisi kedua ditempati kandidat nomor urut empat wakil wali kota petahana Patriana Sosialinda yang berpasangan dengan Mirza, pasangan ini meraup 36.584 suara pemilih.

Pada posisi ketiga, menjadi milik kandidat nomor urut satu yang maju lewat jalur perseorangan, Mayor Inf David Suardi yang berpasangan dengan Bakhsir dengan mengumpulkan 29.683 suara. Sedangkan Ketua DPRD Kota Bengkulu petahana Erna Sari Dewi yang menggandeng Ahmad Zarkasi hanya mampu mendapatkan 22.699 suara. “Kami berterimakasih kepada semua pihak karena telah menjaga proses demokrasi ini berjalan aman, kondusif dan damai. Selanjutnya tinggal menunggu pelantikan keduanya,” ujar Zaini.

Terkait pelantikan Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi, pihaknya mengaku pada hari ini (27/7) KPU Kota Bengkulu akan menyerahkan berkas berita acara hasil rapat pleno penetapan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu terpilih ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu. Kemudian DPRD yang nantinya akan menentukan waktu pelaksanaan pelantikan keduanya. “Besok berkas berita acaranya kita serahkan ke DPRD, nanti biar DPRD yang menentukan jadwal pelantikannya,” tutup Zaini.(999)