10 Ribu Pelajar Diberi Asuransi


ilustrasi

Kerjasama Pemprov dan OJK Bengkulu

BENGKULU, BE – Dalam meningkatan pelayanan pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu akan memberikan asuransi bagi 10 ribu pelajar di Kota Bengkulu.

Pelajar itu meliputi pelajar SMA/SMK sederajat yang menjadi kewenangan Pemprov Bengkulu. Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yusri mengatakan, asuransi itu akan diberikan resmi pada tanggal 30 September mendatang. “Kita awali untuk pelajar SMU di Kota Bengkulu terlebih dahulu,” terang Yusri kepada BE, usai menggelar rapat bersama dengan gubernur di Kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (13/9).



Dijelaskannya, sebelum asuransi itu diberikan, para pelajar terlebih dahulu melakukan pendaftaran asuransi. Pendaftaran asuransi itu dengan besaran Rp 20 ribu untuk masa aktif satu tahun. Pelajar yang sudah memiliki kartu asuransi, maka asuransi itu bisa mengcover beberapa hal, seperti kecelakaan hingga kematian. Klaim asuransi itu dengan besaran Rp 3,5 juta sampai 5 juta. “Polis asuransi itu juga digunakan sebagai kartu pelajar,” tambahnya.

Asuransi yang hanya memiliki masa waktu satu tahun itu bisa diperpanjang. Caranya cukup dengan kembali mendaftar dengan uang Rp 20 ribu, maka sudah kembali aktif untuk tahun tahun lagi. “Nanti diserahkan dengan siswa, mau lanjut atau tidak diasuransinya,” terang Yusri.

Program asuransi pelajar itu, menurut Yusri sebagai bentuk mendorong literasi keuangan pemerintah. Karena dari hasil survey OJK sejak tahun 2016, literasi keuangan hanya sampai Rp 62 persen di Bengkulu. Padahal sesuai dengan target pemerintah bisa melampaui target 75 persen. “Kita dorong melalui program asuransi,” ujarnya.

Yusri mengaku, program asuransi ini tidak hanya untuk pelajar di Kota Bengkulu saja. Tapi untuk pelajar di kabupaten lain di Bengkulu juga akan memiliki kesempatan yang sama. Mengingat pada pemberian asuransi secara resmi nanti, para bupati juga akan diundang.

“Nanti akan disebarkan disetiap kabupaten,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, asuransi pelajar itu sangat baik sekali diberikan oleh para pelajar. Disampai mendapatkan asuransi, juga sebagai edukasi finansial teknologi yang harus mulai dikenalkan dengan generasi muda di Bengkulu, terutama kum pelajar.

“Literasi keuangan era digital sekarang jangan lagi menyimpan uang di bawah bantal, pembiayaannya jadi dari pribadi siswa, jadi masing-masing siswa itu bisa beli kebutuhan premir sendiri,” terang Rohidin.

Dari pembelajaran literasi keuangan oleh siswa, maka siswa selain berfikir belajar disekolah, juga bisa mendapatkan fasilitas yang bisa diambil dari luar sekolah. Karena hasil dari asuransi itu akan digunakan untuk diri sendirinya. “Pemerintah bertugas untuk mendorong semua warna informasi itu dengan baik,” tutupnya. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*