10 OPD Diwarning Serapan Anggaran Rendah

RAPAT Rapat monitoring evaluasi pengendalian dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan Kabupaten Kaur triwulan ke 11 di aula Bappeda dan Litbang, Jum’at (137 (2)
RAPAT: Rapat monitoring evaluasi pengendalian dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan Kabupaten Kaur triwulan ke II di aula Bappeda dan Litbang, Jum’at (13/7).

BINTUHAN KABUPATEN KAUR,Bengkulu Ekspress- Pencapaian serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaur 2018 pada triwulan kedua baru mencapai 33,38 persen atau sebesar Rp 110,935,037,840 dan menyisakan anggaran Rp 221,359,451,971 dari pagu anggaran Rp 332,294,489,811. Angka tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang Kabupaten Kaur, Alian Suhadi SPd, saat mengelar rapat monitoring evaluasi pengendalian dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan Kabupaten Kaur triwulan ke II di aula Bappeda dan Litbang, Jum’at (13/7).



“Sampai dengan pertengahan Juli 2018 laporan pencapaian target program kerja dan kegiatan dari dana APBD 2018 ini masih rendah dan baru sekitar 33,38 persen,” kata Alian saat memimpin rapat, kemarin (13/7).

Dikatakan Alian, untuk OPD serapan anggaran masih rendah, seperti Dinas Kesehatan baru 14,08 persen. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan baru 18,69 persen. Dinas PU dan PR baru 20,63 persen. Dinas Pariwisata dan Pemuda Olaraga 20,99 persen. Dinas Perikanan 34,79 persen, Dinas Pengendalian Penduduk, KB Pemberdayaan Perempuan PA,26,67 persen. Dispertan 30,38 persen. Disdukcapil 31, 10 persen.

RSUD Kaur 33,63 persen dan Dinas Pendikan baru 34,14 persen. Dengan masih minimnya serapan anggaran APBD bagi 10 OPD ini, ia mewarning atau mengingatkan kepada OPD untuk mengoptimalkan kinerjanya lagi. Sehingga pencapaian serapan APBD ini bisa tercapai sesuai dengan target selama ini.

“Kepada OPD yang masih dibawah 40 persen agar mengoptimalkan kembali, dan untuk OPD yang sudah 45 persen ini dipertahankan lagi. Sehingga berharap Monev triwulan ketiga ini nanti pencapaian APBD ini sesuai target,” harapnya.

Ditambahkannya, masih rendahnya serapan anggaran ini dikarekanakan bangunan yang bersifat fisik, berpengaruh terhadapan serapan anggaran. Saat ini masih banyak proyek fisik di OPD, terutama lelang masih berjalan. Padahal pagu anggaran terbesar itu terdapat pada pembangunan fisik, setelah alokasi belanja rutin pegawai.

“Ini banyak faktor penyebab lambannya serapan anggaran. Seperti proyek masih dalam proses lelang. Kita optimis menjelang akhir tahun nanti bisa terserap maksimal sesuai harapan kita semua,” tutup Alian.(618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*