10 Event Bengkulu Ditargetkan Masuk Calendar Of Event Wonderful Indonesia 2020

Dr Drh H Rohidin Mersyah MMA
Plt Gubernur

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Gubernur Bengkulu Dr.H. Rohidin Mersyah menargetkan pada 2020, sebanyak 10 event Pariwisata Bengkulu, masuk Calendar of Events Wonderful Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan gubernur saat membuka Seminar Nasional PWI Bengkulu
dengan tema “Peran Media Dalam Mengangkat Potensi Pariwisata Menuju Visit Wonderfull 2020”, di Hotel Nala Sea Side, pada Senin (31/12).

“Cita- cita event Bengkulu minimal 10 event pada 2020, masuk kalender event Kementrian Pariwisata,” kata gubernur kepada Bengkuluekspress.com, Senin (31/12).

Gubernur mengatakan, kedepan pemerintah akan mengemas event yang ada. Hal itu dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, stakeholder dan peran media untuk mengedukasikannya kepada masyarakat, agar ikut serta mewujudkannya.

“Kita optimis, karena 2019 sudah 2 event Bengkulu masuk Calendar of Events Wonderful Indonesia,” terangnya.

Lanjut Rohidin, kedua event Bengkulu yang masuk Calendar of Events Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yakni, Festival Tabut dan Festival Bumi Rafflesia. Kedua event tersebut sudah disahkan Kemenpar pada minggu lalu.

Ketua Tim Percepatan Wisata Sejarah Religi Tradisi dan Seni Budaya Kemenpar RI, Teti Arianto, yang hadir sekaligus sebagai pemateri dalam seminar mengatakan, 100 atraksi wisata terbaik kembali dipersembahkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada 2019, dan dua event wisata Bengkulu, masuk event tahunan itu. Peluncuran tersebut dilakukan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (20/12).

“Semuanya dirangkum dalam 100 Calendar of Events 2019, dua diantaranya dari Bengkulu,” tukasnya.

“Wisata Bengkulu, banyak, tetapi banyak yang kurang tahu Bengkulu punya titik objek wisata. Setelah diceritakan Pak Gubernur tadi, ternyata banyak titik objek wisata Bengkulu,” ujarnya.

Teti menambahkan, titik objek wisata tersebutlah, yang harus menyambung. Karena Bengkulu, sudah banyak titik obyek tapi harus ada “penjahitnya’, serta peran pemerintah bersama stakeholder dan industri pariwisata Bengkulu yang harus membangun itu semua. (HBN)