1 Juta Ton Gabah, Sulit

BENGKULU, BE – Target 1 juta ton gabah kering giling di Provinsi Bengkulu terancam tidak tercapai. Sebab sarana dan prasarana pendukung hingga saat ini belum diperbaiki. Seperti irigrasi merupakan kebutuhan petani untuk bisa menanam padi. “Bila saat ini saja program perbaikan irigrasi belum jalan, kapan lagi petani akan tanam padi dengan kebutuhan air tercukupi,” kata anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, H Siswadi SP, kemarin.
Sebagaimana target Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah, tahun ini ditargetkan 1 juta ton gabah kering giling hasil petani di Bengkulu. Sebab itu perlu perbaikan sarana pendukung seperti irigasi. Tetapi hingga saat ini menurut Siswadi, perbaikan irigrasi belum dilakukan. Padahal sudah semester pertama tahun 2012. Ia meminta agar perbaikan irigrasi yang sudah dianggarkan dalam APBD 2012 segera dilaksanakan.
“Kami berharap perbaikan irigasi menjadi salah satu prioritas mengingat maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan karena irigasi banyak rusak,” katanya.
Menurutnya, akibat kondisi infrastruktur irigasi yang kurang memadai, sejumlah petani mengalihkan areal persawahan untuk ditanami sawit. “Kami temukan di Desa Rimbo Kedui, Seluma, masyarakat mengeluhkan kondisi irigasi yang tidak berfungsi sehingga tanaman padi mereka terancam gagal,” katanya.
Hal ini menyebabkan masyarakat mengganti tanaman dengan komditas sawit yang tidak membutuhkan banyak air. “Jika itu dibiarkan akan menimbulkan krisis pangan, karena semua lahan pertanian ditanami kelapa sawit yang bisa membuat tanah gersang,” ujarnya.
Menurut dia, perlu memperbaiki sarana irigasi di bagian hilir dan hulu karena sebagian besar tidak berfungsi optimal. Potensi persawahan yang belum dialiri air di Seluma cukup luas, seperti kawasan Pagar Rambat dan Talang Sali luas lahan masih efektif sekitar 200 hektare. “Jika areal ini ditanami padi akan menghasilkan puluhan ton gabah, tetapi saat ini kondisinya terbengkalai,” katanya.
Dalam APBD 2012, Pemprov Bengkulu mengalokasikan anggaran Rp 6,5 miliar untuk perbaikan jaringan irigasi. Anggaran tersebut untuk memperbaiki jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota antara lain irigasi Air Hitam Kanan Kabupaten Bengkulu Utara senilai Rp 1,1 miliar, irigasi Air Meles Kabupaten Lebong Rp 710 juta. Selanjutnya irigasi Air Lais Kabupaten Bengkulu Utara sebesar Rp 1,1 miliar, irigasi Air Sidodadi Rp 1 miliar, perbaikan irigasi Air Selagan Rp 2,5 miliar dan irigasi Air Semundan di Kabupaten Muko-muko Rp 750 juta. “Sebagian perbaikan ini adalah usulan dari masyarakat yang kami terima saat dilakukan jaring aspirasi,” katanya.(100)

  • kinkin 30 Juni 2012 at 14:27

    halahhh……
    dulu bengkulu kota pelajar, sekarang pasang target 1 juta ton gabah….
    everything is bullshit….
    dikorupsi aja lah, g usah mikirin rakyat nya…
    ntar kan terima dosa nya.. sekarang senang2 aja, ntar mati tersiksa lah klian…