1 Jam 4 Nyawa Melayang

Plt Gub Deklarasi Pekan Nasional Keselamatan Jalan

BENGKULU, BE – Angka kematian akibat kecelakaan di Indonesia tergolong tinggi.  Data dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, rata-rata setiap jam, 4 orang tewas akibat kecelakaan lalu-lintas.  Ini disampaikan Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah,  saat pencanangan Aksi Keselamatan Jalan Tingkat Provinsi Bengkulu, di Sport Center Minggu (30/9).  Ia mengatakan, sekitar 31.500 jiwa tewas setiap tahun karena kecelakaan lalu-lintas. “Korban tewas sebagian besar berusia produktif. Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang membutuhkan perhatian. Kematian akibat kecelakaan lalu-lintas di provinsi ini tergolong tinggi,” katanya.

Angka kecelakaan di Bengkulu sendiri berdasarkan data PT Jasaraharja Cabang Bengkulu dan Polda Bengkulu, sejak 2007 hingga 2011, jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Provinsi Bengkulu berjumlah 1.150 orang. Secara rinci, pada 2007 sebanyak 182 orang, 2008 sebanyak 232 orang, 2009 sebanyak 218 orang, 2010 sebanyak 216 orang dan 2011 sebanyak 302 orang. Dalam lima tahun terakhir angka kecelakaan cenderung meningkat dengan korban jiwa sebagian besar remaja dan usia produktif.

Dengan jumlah korban meninggal dunia tersebut, PT Jasa Raharja telah menyerahkan santunan bagi korban meninggal dunia sebesar Rp 34,1 miliar. Sedangkan santunan untuk korban luka-luka sebanyak 2.211 orang untuk periode yang sama, sebesar Rp 8,2 miliar. Dengan total korban meninggal dan luka-luka pada 2011 sebanyak 733 orang jumlah santunan yang sudah kami salurkan sebanyak Rp 11,1 miliar.

Plt Gubernur Junaidi Hamsyah, berharap adannya Pencanangan Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2012 akan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk bersama-sama displin dalam berlalu lintas dan selalu bertangung jawab.  “Kesadaran untuk tertib lalu lintas dan berkendaraan secara hati-hati diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya,” ujarnya.

Pencanangan PNKJ 2012 dilakukan dengan gerak jalan sehat diikuti ratusan peserta dan deklarasi pencanangan aksi keselamatan jalan yang dikuti sejumlah stakholderlainnya seperti Bupati/Wakil bupati atau pejabat yang mewakili kepala daerah. “Saya mengajak semua masyarakat untuk tertib lalu lintas saat berkendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kita sangat berharap bukan hanya sekedar pencanangan saja, tapi bisa ditindaklanjuti, dan bisa membuktikan perubahan kedepannya,” ujarnya didampingi istri usai mengikuti deklarasi trsebut.

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan di Provinsi Bengkulu selama ini masih banyak kecelakaan akibat lalulintas, baik lantaran faktor jalan maupun faktor pengendaranya sendiri.

Kepala Dishubkominfo Drs. Eko Agusrianto mengaku prihatin dengan tingginya angka kecelakaan di jalan raya. Tahun 2010 laporan Kepolisian menyebutkan, jumlah kematian akibat kecelakaan secara nasional mencapai 31.500 jiwa. Dari jumlah tersebut 67 persen korban kecelakaan pada usia produktif, yakni 22-50 tahun.  Disusul pada tahun 2011 jumlah kematian akibat kecelakaan mencapai 32.657 jiwa. Angka ini sangat fantastis dan lebih tinggi dibandingkan kematian akibat penyakit bahkan peperangan. Kondisi ini membuat jalan raya menjadi tempat paling maut dan mematikan.

“Kita sangat prihatin sekali dengan tingginya angka korban meninggal dan ribuan lainnya luka-luka serta miliaran rupiah kerugian secara materi, mendesak adanya gerakan penyelamatan anak bangsa dari kematian sia-sia di jalan raya. Karena nyawa tidak ada serapnya lebih baik kita berhati-hati,”tutupnya.

1 Juta Tanda Tangan
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishubkominfo provinsi Bengkulu, Drs Sanulududin mengatakan dengan deklarasi pencanangan pekan nasional keselamatan jalan, selain dilakukan dengan gerak jalan, juga dilaksanakan dengan menggalang 1 juta tanda tangan. Tanda tangan tersebut, sebagai bukti moral masyarakat mendukung deklarasi pekan nasional keskelamatan jalan. “Tandaangan iti tujuannya untuk membangkitkan rasa kepedulian, melahirkan rasa tanggung jawab terhadap pencanangan ini. Nanti, akan diserahkan kepada Dirlantas Polri,” ujarnya. (100)