1 Hektar Ganja Status Quo

Kapolres RL AKBP Umar Sahid SH saat menunjukkan ratusan tanaman ganja.

CURUP, BE – Jajaran Polres Rejang Lebong masih melakukan penyisiran di lokasi penemuan ladang ganja seluas 1 hektar di Talang Pematang Gentung Desa Karang Pinang Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU). Kapolres Rejang Lebong AKBP Umar Sahid SH menegaskan, lahan ganja masih status quo, untuk mensterilkan wilayah penemuan ladang ganja. “Kita tahu medan penemuan ladang ganja cukup sulit, dengan kondisi hujan deras sehingga jalan licin. Hasi ini (kemarin) kita lanjutkan kegiatan penyisiran di sekitar lahan penemuan ladang ganja,” tegasnya. Kegiatan tersebut, kata Kapolres, untuk menjamin lokasi penemuan ladang tidak ditemukan lagi tanaman ganja. Polisi juga sudah mengantongi identitas pemilik lahan berinisial Bk (38), meski Kapolres menyesalkan beberapa warga takut menyampaikan terkait penemuan ladang ganja. “Warga hanya berkata tidak tahu, kita sesalkan hal ini. Meski begitu kita tetap berupaya mengajak warga untuk memerangi tanaman haram itu,” kata Kapolres.

Wilayah RL, dijelaskan Kapolres memiliki struktur tanah yang subur dan lokasi pertanian yang jauh dari pantauan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menanam ganja. “Kami yakin kalau ada penanam, pasti ada penampung tanaman ganja,” tutur Kapolres lagi. Meski akan meninggalkan RL pada tanggal 15 Februari mendatang, dan akan segera bertugas di Polda Jambi, Umar Sahid berpesan agar pemerintah daerah, bersama polisi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat tidak pantang menyerah memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya nerkoba. “Kita ingin menyelamatkan generasi bangsa yang akan datang, kalau pemuda-pemudi kita sudah terperangkap narkotika, bagaimana nasib negeri ini nantinya,” ujar Umar. Ditambahkannya lagi, Polres RL sudah melakukan penjajakan ke Brimob, Batalyon 144/JY untuk melakukan latihan gabungan berupa latihan lintas medan. Kegiatan yang ditujukan untuk melatih fisik jajaran polri dan TNI, silaturahmi sekaligus melakukan penyisiran ke daerah-daerah yang dinilai rawan dijadikan tempat penanaman ganja. “Selian olah raga, ada hasil untuk memutus kegiatan penanaman ganja di wilayah RL,” tegas Kapolres. Karena selama memimpin Polres RL, setidaknya sudah 2 kali polres RL berhasil menemukan ladang ganja, diantaranya dua hektar ladang ganja di Desa Sinar Gunung Kecamatan Sindang Dataran dan satu hektar ladang ganja dengan total tanaman 300 batang di Desa KArang Pinang Kecamatan SBU.

Perketat Jalinsum

Pasca pengungkapan ladang ganja, jajaran Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) memperketat keamanan jalan lintas Sumatera Curup-Lubuk Linggau Rabu (8/2). Polisi melakukan razia gabungan Satlantas Polsek dan reskrim Polsek PUT dibeberapa titik jalan yang dinilai rawan.  Salah satu jalan yang dinilai rawan yakni di kawasan Desa Air Apo kecamatan PUT dan perbatasan antara Lubuklinggau-Curup dan beberapa daerah rawan lainya. Selain sebagai upaya pengungkapan pemilik ladang ganja, kegiatan itu juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindakan curas dan penodongan di jalan raya Curup-Lubuk Linggau. “Dalam beberapa hari ke depan, Polres melakukan operasi kejahatan kendaraan di jalan raya (Jaran),” kata Kapolres RL AKBP Umar Sahid SH melalui Kapolsek PUT Iptu Karmin dikonfirmasi dilapangan, kemarin.

Dijelaskan Kapolsek, Meski belum ada hasil maksimal dalam razia tersebut, kegiatan ini bakal digelar terus beberapa hari kedepan. Namun setidaknya mengantisipasi keamanan dan kenyamanan pengendara yang melintasi jalan lintas Curup-Lubuklinggau tersebut. “Kita pusatkan razia pada daerah-daerah rawan kejahatan untuk mengantisipasi tindakan Curas, dan mengantisipasi peredaran Narkoba terkait penemuan ladang ganja di desa Talang Pematang kecamatan Sindang Beliti Ulu,”tegasnya.

Polda Turunkan Tim

Polda Bengkulu dalam waktu dekat akan menurunkan timnya untuk membantu Polres Rejang Lebong memback up pengembangan penemuan ladang ganja seluas 1 hektar. Kapolda Bengkulu, Brigjen Drs H Burhanudin Andi SH MH melalui Kabid Humas, AKBP Hery Wiyanto SH. Hery mengungkapkan, medan tempat ganja tersebut ditanam memang sulit terjangkau dan banyak kendala untuk menuju ke tempat tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menurunkan tim guna membantu polres Rejang Lebong. “Penemuan tersebut akan dilakukan pengembangan, guna mengungkapkan kemungkinan adanya ladang ganja lainnya yang tersembunyi di daerah tersebut,” kata Hery. Dia menjelaskan, sudah sering pihak kepolisian menemukan ladang ganja di kabupaten Rejang Lebong, namun kali ini merupakan yang kedua penemuan dalam jumlah besar. “Memang penemuan kali ini adalah penemuan kedua tempat penanaman ganja yang luas, sebelumnya juga sering tapi dalam skala kecil,” terangnya. Mengenai kemungkinan ada ladang ganja lain di daerah tersebut, Hery menjelaskan kemungkinan besar masih banyak pengembangbiakan ganja lainnya, karena banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti kultur tanah di Rejnag Lebong sangat cocok untuk penaman ganja karena subur dan lembab. Selain itu, cuaca yang dingin juga mempermudah tumbuhnya tanaman tersebut. “Daerah Rejang Lebong memiliki kultur tanah dan cuaca yang cocok untuk tanaman ganja, oleh karena itu kemungkinan besar masih ada ladang ganja lainnya. Untuk membuktikan hal tersebut, maka perlu dilakukan pengembangan.” terangnya. Lebih jauh Hery mengungkapkan, jika penemuan ladang ganja tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Dit Narkoba Polda Bengkulu terhadap pengedar dan pemakai ganja yang telah diringkus sebelumnya. “Ini salah satu hasil pengembangan yang dilakukan Dit Narkoba Polda, karena tersangka yang telah diamankan mengaku ganja tersebut berasal dari Rejang Lebong,” ujarnya.

Sementara, kemungkinan ada ladang ganja di daerah lain selain Rejang Lebong, Hery mengatakan belum bisa dipastikan. Karena kabupaten lain, memiliki tanah dan cuaca tidak sebagus di Rejang Lebong. “Saya belum bisa menduga adanya ladang ganja di daerah lain, karena kultrur tanah di kabupaten lain kebanyakan kering dan udara juga cukup panas.” terangnya. Kendati demikian, pihaknya tetap akan memantau kabupaten lain yang tanah dan udaranya cenderung lebih panas. (cw1/999)