1.689 RUP Pemprov Bengkulu Ditayangkan Pada SIRUP

media centerBengkulu, bengkuluekspress.com – Meluruskan pemberitaan terkait kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bengkulu, mengenai paket lelang yang sudah ditayangkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) ada sebanyak 1.698 RUP (Rencana Umum Pengadaan).

Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar konferensi pers rencana pengadaan barang dan Jasa Pemerintah Provinsi Bengkulu 2018. Konferensi pers tersebut diadakan di Media Center, pada Jumat (23/3/18). Dengan dihadiri Asisten ll pemerintah provinsi Bengkulu Yuliswani.

“Dari SIRUP tersebut dapat diketahui bahwa Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang ditayangkan atau diumumkan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) itu sebanyak 1.698 dengan metode e-tendering dan non e-tendering,” kata Yuliswani menjelaskan kepada BE Jumat (23/3/2018) saat konfrensi pers.

Dari 1.698 RUP itu tidak semua proses pelaksanaan pengadaanya melalui Unit Layanan Pembangunan (ULP). Kegiatan yang dilaksanakan melalui ULP itu hanya yang sesuai dengan perundang-undangan. Yaitu sebanyak 377 e-tendering, sedangkan yang lainnya sebanyak 1321 dilaksanakan melalui non e-tendering oleh pejabat pengadaan yang langsung ada di OPD masing-masing.

“Itu termasuk di dalam 24 OPD, namun tidak semua OPD ada kegiatan” sambungnya.

Berdasarkan dari data SIRUP dari 24 OPD yang ditenderkan itu, sebanyak 19 OPD sudah mulai memasukkan paket kegiatannya untuk dilelang, 5 OPD belum mulai, dan 18 OPD lainnya tidak ada paket lelang.

Lebih lanjut Yuliswani mengatakan, untuk kegiatan non tendering itu bisa ada penunjukan langsung dan pengadaan langsung dan ada juga yang e-katalog sehingga tidak perlu melalui ULP.

Dari 19 OPD yang sudah mengajukan paket lelang di ULP itu sudah ada 44 paket lelang yang di proses. Dari 44 paket lelang tersebut 21 paket dalam paket persiapan kemudian dalam proses 18 paket lelang, 2 gagal lelang dan yang sudah selesai ada 6 paket lelang.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap, dengan diadakannya konfrensi pers ini, mengimbau kepada seluruh media baik media online, media cetak, maupun media elektronik untuk dapat bekerja bersama-sama menciptakan keadan yang aman nyaman dan kondisif terhadap kegiatam yang akan dilaksanakan.

“Kita harus bekerjasama untuk dapat menjaga agar kondisi ini dapat tertib, dapat tenang, sehingga teman-teman yang menjalankan kegiatan ini nantinya juga bisa lebih berkonsentrasi,” tutup Yuliswani. (HBN)