1.634 Ekor Hewan untuk Kurban di Kota Bengkulu


RIO/BE
PERIKSA HEWAN KURBAN: Petugas Bidkeswan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu memeriksa kondisi hewan kurban di sejumlah tempat peternakan, penangkaran dan penggemukan hewan kurban Kota Bengkulu, Selasa (28/7).

BENGKULU, bengkuluekspress.com- Di tengah kondisi pandemi, kemauan warga di Kota Bengkulu untuk berkurban tetap tinggi. Jumlah hewan kurban tahun 2020 yang berhasil didata di Kemenag Kota Bengkulu, sebanyak 1.634 ekor yang tersebar di sembilan kecamatan.
Rincianya 9 ekor kerbau, 1.515 sapi, 110 kambing, untuk kemenag kota sendiri akan memotong 2 ekor sapi, sedangkan unit lain seperti madrasah dan KUA dilaksanakan masing-masing.

Pelaksanaan ibadah yang melibatkan orang banyak diharapkan tidak menimbulkan keresahan dari segi kesehatan, pasalnya saat pemotongan kerap warga berkumpul untuk saling membantu menyiapkan dan membagikan potongan hewan qurban kepada yang membutuhkan.
“Panitia harus menyiapkan lahan pemotongan hewan kurban yang luas, disterilkan dengan menyemprot disinfektan sehingga betul-betul steril, saat pemotongan dipastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehar, cukup umur secara syar’i,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Drs H Ramedlon MPd, kepada BE, Rabu (28/7/2020).

Panitia yang melakukan pemotongan cukup dihadiri panitia dan peserta yang akan kurban, kalau satu ekor untuk 7 orang, maka yang hadir 7 orang bisa menyaksikan ditambah dengan panitia, mereka yang hadir harus menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan membawa alat pemotongan masing-masing.

“Dipastikan panitia membawa alat pemotongan daging dan tulang seperti kapak dan golok yang sudah disterilkan dulu,tidak boleh saling pinjam alat/pisau, ” ujarnya.

Pada proses pengulitan,pencacahan daging dan tulang pengemasan hingga pembagian daging cukup diantar oleh panitia supaya tidak menimbulkan berkerumum.

Kemenag kota pun telah berkoordinasi dengan pihak keamanan seperti polres, KUA untuk mengikuti tahapan pemotongan hewan qurban tersebut baik di kecamatan, masjid dan lapangan terbuka.

“Tidak boleh mendatangkan masyarakat ke tempat pemotongan, sehingga pemotongan hewan qurban berjalan normal dan tidak berkerumun, ” pintanya. (endang)