1.068 Vaksin Polio Didistribusikan

imunisasi-polio

TAIS, BE- Menjelang pekan imunisasi nasional (PIN) tanggal 8 – 15 Maret, Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma mulai mendistribusikan vaksin polio. Ada sebanyak 1.068 vial vaksin polio yang didistribusikan.

“Ketersedian vial sudah terpenuhi sehingga langsung distribusikan,” beber Kepala Dinkes Seluma Khaidir Muchtar Ssos melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ahmad Tavip SIP melalui Kasi Pengendalian penyakit Fahrozan saat diwawancarai BE kemarin (4/3).

Pendistribusian ini dilakukan melalui pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Kemudian vial vaksin polio itu diteruskan pembagiannya ke 243 pos PIN yang ada di Kabupaten Seluma.

Untuk menyukseskan kegiatan ini telah dibentuk sebanyak 238 Posyandu di setiap desa, 3 Pos PIN di perbatasan serta 2 Pos PIN khusus. Serta melibatkan sebanyak 714 kader posyandu di seluruh kabupaten seluma. Di pos PIN itu ditugaskan sebanyak 666 tenaga kesehatan baik itu dokter maupun petugas puskesmas yang ada di Kabupaten Seluma.

PIN dapat dilaksanakan di posyandu, puskesmas, pustu, dan rumah sakit. Tujuan dibentuknya Pos PIN agar mempermudah masyarakat khususnya anak-anak dalam mendapatkan pelayanan imunisasi polio.

Satu vial vaksin polio tersebut mampu diberikan kepada 17 orang bayi dibawah lima tahun (balita). Target PIN polio sendiri mencapai 1.700 anak usia 0 hingga 59 bulan.

”Target kita tahun ini sekitar 95 persen anak-anak di Seluma terimunisasi polio, guna mencegah poliovirus atau sabin yang kerap kali menjangkiti anak-anak,” katanya.

Selama berlangsungnya PIN ini untuk mendapatkan vaksin polio, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit atau puskesmas. Cukup mendatangi pos PIN terdekat dari tempat tinggal masing-masing.

“Sehingga seluruh anak balita bisa di berikan vaksin PIN tanpa terkecuali,” bebernya.

Pencanangan PIN ini sendiri dilakukan di Desa Tanah Abang Kecamatan Ilir Talo tanggal 8 Maret. Di lokasi ini juga dilakukan eliminasi terhadap penyakit prambusia. Mengingat di desa ini juga ditemukan adanya kasus penyakit prambusian.

”Kegiatan ini langsung dijadikan satu dengan harapan bisa berjalan sukses dan terpusat,” ucapnya. (333)