Yan Syafri Kembali Pimpin MES Bengkulu

rewa/Bengkulu Ekspress. FOTO BERSAMA: Segenap pengurus MES Bengkulu saat foto bersama usai kegiatan Musyawarah Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah Bengkulu di Hotel Santika Kota Bengkulu, kemarin (3/5).
rewa/Bengkulu Ekspress. FOTO BERSAMA: Segenap pengurus MES Bengkulu saat foto bersama usai kegiatan Musyawarah Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah Bengkulu di Hotel Santika Kota Bengkulu, kemarin (3/5).

Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah Bengkulu

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Ketua Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu Yan Syafri kembali memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bengkulu Priode 2018-2021. Dibawah kepemimpinannya, dirinya akan kembali mendukung pengembangan ekonomi syariah di Bengkulu.

Kepala OJK sekaligus Ketua MES Bengkulu, Yan Syafri mengatakan, OJK sebagai institusi dipercaya bisa mendukung pengembangan ekonomi syariah. Hal tersebut dilakukan mengingat ekonomi syariah di Bengkulu masih belum berkembang sehingga masih perlu dukungan lagi untuk mengembangkannya.

“Kedepan kami akan terus berusaha mengembangkan ekonomi syariah di Bengkulu, karena hingga saat ini ekonomi syariah belum berkembang signifikan,” ujar Yan pada Musyawarah Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah Bengkulu di Hotel Santika Kota Bengkulu, kemarin (3/5/2018).

Belum berkembangnya ekonomi syariah di Bengkulu disebabkan masih sedikitnya keberadaan intitusi dan produk syariah.

Lebih lagi banyak sektor di Bengkulu juga belum terakomodir oleh produk syariah. “Kalau kita lihat di Bengkulu dari sektor pariwisata produk syariah masih sedikit sekali seperti Hotel Syariah hanya ada satu di Bengkulu,” kata Yan.

Sementara itu, disisi institusi seperti lembaga perbankan syariah juga baru ada 5 Bank Syariah dan 3 BPRS.

Sedikitnya lembaga keuangan syariah di Bengkulu secara garis besar belum benar-benar mampu berkontribusi lebih kepada perekonomian Bengkulu. “Kami berharap perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah dapat berkontribusi kepada ekonomi di Bengkulu,” imbuh Yan.

Diakui pihaknya, kontribusi keuangan syariah terhadap daerah masih sangat kecil sekali dan kalau dipersentasekan seluruh pembiayaan keuangan syariah di Bengkulu rata-rata masih dibawah 5 persen.

“Kontribusinya masih kecil dan kalah dengan bank konvensional,” terang Yan.

Meskipun Bank Konvensional masih mendominasi pembiayaan di Bengkulu, namun pihaknya optimis bahwa sistem ekonomi modern atau kovensional sudah mengakui kalau sistem ekonomi syariah selama ini telah mampu mengatasi krisis.

“Oleh karena itu baik pemerintah maupun pihak swasta dan masyarakat harus berperan serta memajukan ekonomi syariah ditengah masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Fida Bengkulu sekaligus Dewan Penasihat MES Bengkulu, H Dani Hamdani mengatakan, pihaknya akan bersama-sama bekerja sekeras mungkin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Bengkulu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendukung MES sebagai akselerator bagi pertumbuhan ekonomi syariah.

“Kami sangat mendukung MES di Bengkulu agar mampu mewujudkan kemandirian ekonomi syariah,” singkat Dani.(999).

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*