Waspadai Calo CPNS

BengkuluBENTENG, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteg) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengimbau seluruh masyarakat Benteng untuk tidak mempercayai bujuk rayu oknum yang berjanji bisa meluluskan anaknya dalam seleksi CPNS tahun ini dengan membayar sejumlah uang.

Sebab, oknum tersebut sudah pasti ingin menipu, karena hingga saat ini belum ada kepastian penerimaan CPNS di Pemkab Benteng 2017 ini.

 “Jika ada yang menawarkan jasa CPNS, jangan mudah untuk percaya begitu saja. Itu untuk menghindari penipuan yang pernah menimpa beberapa masyarakat di Kabupaten Benteng,” kata

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Drs H Fajrul Rizki MM.

Agar lebih jelas, imbuhnya, masyarakat bisa langsung menanyakan hal tersebut ke Pemerintah Daerah (Pemda) Benteng melalui BKPSDM, terutama tentang informasi kepastian perekrutan CPNS tahun ini maupun tahun berikutnya.

“Agar lebih jelas, silahkan bertanya langsung dengan instansi terkait di Pemda Benteng. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat dan bisa dipertanyakan ada atau tidak penerimaaan CPNS,” imbuhnya.

Terkhusus tahun 2017 ini, lanjut Fajrul, pihaknya belum bisa memastikan ada atau tidak perkekrutan CPNS. Sebab, sejauh ini pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pedayagunaaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).

“Informasi penerimaan CPNS masih belum kita terima. Kita sifatnya hanya menunggu,” tukas Fajrul.
Kendati demikian, mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKA) Kabupaten Benteng ini mengaku, Pemda Benteng telah menyiapkan anggaran untuk pelaksananaan CPNS tahun 2017. Hal ini perlu dilakukan jika KemenPAN dan RB menyetujui usulan formasi yang disampaikan pihaknya beberapa bulan lalu.

“Dari analisa pegawai, kita telah mengusulkan kebutuhan sebanyak 383 pegawai yang didominasi oleh tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan,” demikian Fajrul.(135)