Waspadai 5 Titik Rawan Longsor

longsor-kabupaten-bengkulu-tengah
Bakti/Bengkulu Ekspress. LONGSOR : Jalan di kawasan pegunungan di Kecamatan Taba Penanjung (kilometer 43) yang longsor beberapa waktu lalu.

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Cuaca ektrem yang terjadi saat ini membuat Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana alam.

“Dari hasil koordinasi yang dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, beberapa waktu ke depan cuaca ektrem masih terjadi di Kabupaten Benteng. Sebab itulah, BPBD Provinsi Bengkulu meminta kami untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Benteng, Drs Tomi Marisi MSi kepada BE, Rabu (23/11) kemarin.

Ia menuturkan, mempercepat proses penanggulangan bencana, BPBD akan meningkatkan koordinasi bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Koordinasi bersama pemerintah kecamatan, polisi dan TNI terus kami tingkatkan,” tambahnya.

Dijelaskan Tomi, dari hasil pendataan yang dilakukan, terdapat sebanyak 5 titik longsor yang sering terjadi di Kabupaten Benteng. Kelimanya adalah di sepanjang jalan lintas antar provinsi, Kecamatan Taba Penanjung (kilometer 35-43), Desa Sekayun Kecamatan Bang Haji, Jalan Lintas Desa Karang Tinggi Kecamatan karang Tinggi, Desa Lubuk Unen Kecamatan Merigi Kelindang dan Desa Rajak Besi Kecamatan Merigi Sakti.

“Dari hasil pendataan, ada sebanyak 5 titik rawan longsor di Kabupaten Benteng,” terangnya.

Tomi menuturkan, dari berbagai titik longsor, kawasan pegunungan Kecamatan Taba Penanjung merupakan satu-satunya daerah yang lebih sering terjadi bencana longsor.

Hal ini terjadi lantaran pada sisi kanan dan kiri jalan terdapat tebing tinggi dengan struktur tanah yang gembur dan mudah longsor ketika musim penghujan.

“Struktur tanah yang gembur di atas permukaan jalan menjadikan kawasan pegunungan sering terjadi longsor, terlebih lagi hujan deras setelah kemarau panjang,” tambah Tomi.

Dilanjutkannya, arena kawasan tersebut merupakan jalan nasional, maka kewenangan penuh termasuk penanggulangan bencana ditanggung oleh pemerintah pusat. Kendati demikian, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat setiap terjadi bencana yang seringkali menimbulkan kemacetan tersebut.

“Perlu dipahami bahwa kawasan pegunungan tanggung jawab pemerintah pusat. Selain itu, BPBD Benteng juga belum memiliki alat yang memadai untuk membersihkan reruntuhan longsor. Setidaknya, kita membutuhkan alat berat agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan cepat,” demikian Tomi.(135)