Waspada Virus Jembrana

Sapi Bali
ARY/Bengkulu Ekspress Sejumlah Sapi Bali yang ada di pasar hewan Kota Curup, saat ini petugas Puskesmas tengah mewaspadai virus jembrana yang menyerang sapi bali

CURUP, Bengkulu Ekspress – Seiring dengan meningkatkan permintaan akan sapi menjelang hari raya Idul Adha 1438 Hijriah tahun 2018 ini, Puskeswan Curup mewaspadai kemungkinan adanya sapi yang terinfeksi virus jembrana.

“Saat ini yang tengah kita waspadai tehadap hewan kurban khususnya jenis Sapi Bali adalah virus jembrana,” ungkap Kepala Puskeswan Curup, drh Firi Asdianto.

Perlunya kewaspadaan akan virum jembrana tersebut, karena menurut Firi, virus yang menyerang Sapi Bali tersebut bisa menyebabkan kematian pada sapi. Terlebih lagi beberapa bulan lalu Puskeswan Curup sudah menemukan adanya sapi bali di Kabupaten Rejang Lebong yang diserang virus jembrana tersebut.

“Sapi yang terinfeksi virus jembrana sempat kita temua didua tempat beberapa bulan lalu yaitu di Kecamatan Curup Selatan dan Curup Utara,” terang Firi.

Dari dua lokasi penemuan kasus sapi bali terinfeksi virus jembrana tersebut, menurut Firi setidaknya ada 7 Sapi warga yang mati karena terkena virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh pada sapi bali tersebut.

Lebih lanjut Firi menjelaskan, kekhawatiran akan virus jembrana tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Rejang Lebong saja, namun juga dibeberapa daerah lain yang ada di Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu untuk mastikan virus tersebut tidak kembali masuk ke Rejang Lebong, pihak Puskeswan Curup melakukan pengawasan ekstra terutama terhadap lalulintas ternak yang ada dikabupaten Rejang lebong.

“Salah satu titik yang menjadi fokus pengawasan kita ada di RPH (rumah pemotongan hewan), karena di RPH ini lalu lintas ternak sapi ini cukup tinggi,” terang Firi.

Dijelaskan Firi, meskipun sapi yang terinfeksi virus jembrana ini bisa disembuhkan, hanya saja tingkat kesembuhannya sangat rendah sekali atau kemungkinan sapi yang terkana virus ini untuk diselamatkan kecil sekali.

“Pada orinsipnya virus ini tidak tergolong zonosis atau menyerang pada manusia, namun bisa menular ke sapi Bali lainya,” terang Firi.

Proses penularan virus jembrana diantara sesama sapi ini sendiri, menurut Firi sangat mudah sekali yaitu dengan sentuhan antara sapi yang terkena dengan sapi yang sehat, bahkan menurutnya penularan virus jembrana ini bisa melalui lalat.

Untuk ciri-ciri sapi yang terkena virus ini yaitu demam tinggi, kurang nafsu makan, pembengkakan pada kelenjar linpa, lesu hingga mengeluarkan keringat darah. Menurut Firi virus ini terbilang unik, dimana hanya menyerang jenis sapi bali saja.

Pencegahan atas serangan virus jembrana ini, menurut Firi bisa dilakukan peternak dengan melakukan perawatan kandang yang maksimal sehingga kandang tetap bersih, serta tidak melepasliarkan sapi miliknya.

Disisi lain, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, di pasar hewan Kota Curup, menjelang hari raya Idul Adha ini peningkatan akan sapi untuk hewan kurban cukup tinggi yang berdampak pada peningkatan harga sapi ti sendiri.

Menurut Nudin (56) salah satu penjual sapi, saat ini harga sapi di Kabupaten Rejang Lebong mengalami peningkatan hingga 40 persen dari harga biasanya.

“Kalau sekarang harganya bisa mencapai 40 persen dari harga hari biasa,” ungkap Nurdin.

Untuk kisaran harga sendiri menurut Nurdin saat ini mulai dari Rp 12,5 juta hingga Rp 17 juta untuk jenis sapi bali. Dimana menurutnya dihari biasa atau sebelum mendekati Idul Adha harga sapi bali di pasar hewan Curup berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per ekornya.

“Memang disini kebanyakan jenis sapi bali yang banyak dijual,” tambah Nurdin.
Sementara itu, untuk hewan korban jenis kambing, menurut Nurdin saat ini berkisar antara Rp

1,6 juta hingga Rp 4 juta. Padahal sebelumnya menurut Nurdin paling tinggi sebesar Rp 1,5 juta per ekornya.(251)