Waspada Perang Modern

pabung-sosialisasi

KOTA MANNA, BE – Perwira Penghubung (Pabong) Kodim 0408 Bengkulu Selatan (BS), Mayor Inf Onsunoni SH mengatakan, jika sebelumnya Negara Indonesia melaksanakan peperangan dengan menggunakan senjata, untuk melawan dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Namun saat ini perang sudah modern yakni perang teknologi. Sehingga generasi kita disuguhi tontonan yang tidak layak dari layar kaca televisi dan juga media sosial (medsos). Sehingga merusak pemikiran generasi kita. Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak mewaspadai perang modern ini.

“Mari kita waspadai perang modern ini agar tidak menghancurkan masa depan generasi muda kita,” katanya saat menyampaikan kata sambutan dalam acara Silaturahmi Pemda BS, TNI, Polri, Tokoh masyarakat, toga agama, tokoh ada, dan tokoh pemuda dalam rangka menjaga stabilitas keamanan di BS di gedung Reptaloka sekretariat Pemda BS, Kamis (24/11).

Tidak hanya itu, peredaran Narkoba juga telah meresahkan masyarakat Indonesi, sehingga perlu ada semangat dan tekad bersama semua pihak untuk memerangi narkoba ini. Disamping itu juga perlu ada kebersamaan untuk mencegahnya. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak agar tetap rukun, Sebab ancaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tidak hanya datang dari negara luar. Namun bisa saja dari dalam negeri atau adanya musuh dalam selimut. Untuk itu, dirinya meminta warga tidak terpancing provokasi dan upaya adu domba dari pihak manapun yang mau menghancurkan NKRI.

“Mari selalu kita jaga NKRI dengan tidak terpancing isu yang mengadudomba dan bisa menghancurkan NKRI,” ujarnya.
Kapolres BS AKBP Ordiva SIK mengatakan, menyikapi perkembangan medsos terkini, dirinya mengajak masyarakat untuk memahami dan mengerti upaya pihak yang tidak bertanggungjawab membuat situasi keruh. Dirinya meminta masyarakat tidak terpengaruh dan mau diadu domba hingga terpecah belah dan terprovokasi oleh adanya informasi yang berkembang di medsos.
“Meskipun kita dari agama, ras dan suku serta adat istiadat yang berbeda, namun kita bersatu dalam bingkai NKRI, untuk itu kita harus saling menghormati dan menghargai sesama menjadi, agar stabilitas Kamtibmas tetap terjaga,” ujarnya.

Adapun Bupati BS, H Dirwan Mahmud SH bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk menyatukan ide demi NKRI. Sebab, semboyan Bhineka Tunggal Ika dalamNKRI harga mati yang merupakan landasan dan tujuan bangsa dan negara kita. Dirinya juga saat ini menyayangkan generasi muda BS sudah terkontaminasi dengan narkoba, obat-obatan terlarang lainnya yang bisa memabukan. Padahal narkoba dan miras serta obat-obatan memabukan tersebut dapat menurunkan kualitas generasi muda. Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh kompoten masyarakat perang terhadap narkoba.

“Narkoba musuh bersama, kita harus bersatu untuk memerangi perusak generasi muda ini, kita juga harus hargai jasa pendahulu atau para pahlawanan yang telah gugur demi kemerdekaan anak cucunya dari cengkraman kaum penjajah,” demikian Dirwan. (369)