Waspada Lantai Jembatan Lapuk

lantai-jembatan-babatan-ulu-lapuk
LAPUK: Lantai jembatan penghubung antara Desa Babatan Ulu-Desa Penantian Kecamatan Seginim yang sudah lapuk, mengancam pengendara yang melintas.

SEGINIM, BE – Warga yang melintas di atas jembatan penghubung Desa Babatan Ulu dengan Desa Penantian Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), diimbau untuk waspada, karena lantai jembatan tersebut sudah lapuk. Jika tidak hati-hati, bisa menyebabkan pengendara terjun ke Sungai Air Nipis.

Wadimin (41), warga Desa Babatan Ulu Kecamatan Seginim, mengungkapkan, jembatan yang dibangun tahun 2006 lalu dengan panjang 96 meter dan lebar 2,5 meter itu, diketahui lapuk beberapa bulan terakhir. Selain digunakan warga dua desa tersebut, jembatan itu biasa digunakan warga menuju usaha pertanian mereka, seperti sawah, kebun sawit, dan karet yang ada di seberang desa.

Sebab itu, Wadimin mengharapkan Pemda BS segera memperbaiki lantai jembatan itu, sebelum memakan korban.

“Selama ini kami selalu bergotong royong mengganti lantai jembatan itu, sebab sudah ada kendaraan warga yang bannya terperosok dan nyaris terjun ke sungai. Namun kalau diganti menggunakan papan, lantai itu tidak bertahan lama. Sebab itu kami mengharapkan Pemda BS segera memperbaikinya,” harap Wadimin.

Sementara itu, anggota DPRD BS dari Partai Golkar, , Hiliantono, mengaku sudah mendengar keluhan warga tersebut. Menurut politisi dari daerah pemilihan (dapil) III (Meliputi Kecamatan Seginim, Air Nipis, Kedurang, Kedurang Ilir dan Bunga Mas) ini, keluhan warga sudah disampaikannya pada rapat DPRD BS. Harapannya jembatan itu bisa direhab pada APBD 2017.

“Laporan tersebut sudah saya terima, dan akan saya perjuangkan agar bisa dianggarkan dana rehabnya pada APBD 2017,” ujar Hiliantono. (369)