Waspada! Kasus Pemerkosaan Meningkat

 perkosa_cabul
BENGKULU, BE – Raport angka tingat pemerkosaan di Provinsi Bengkulu terbilang mengalami peningkatan. Bersadarkan rekapitulasi kasus-kasus tindak pemerkosaan kepada anak dan wanita periode satu semester dari bulan Januari sampai Juni 2016 hanya terjadi 65 kasus pemerkosaan. Sedangkan untuk bulan Juli hingga November 2016 terjadi sekitar 20 kasus belum termasuk bulan Desember.

“Itu rekapitulasi data semester satu dan dua yang kami kliping bersadarkan informasi yang kita miliki dan laporan korban sendiri, sebenarnya masih banyak yang belum terdata karena pendataan semester dua baru kami lakukan diakhir Desember nanti,” tutur Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Provinsi Bengkulu, Ir Diah Irianti MSi, kemarin (22/11).

Ia mengatakan, sedangkan pada tahun 2014 dengan persentase mencapai 28 kasus pemerkosaan dan untuk tahun 2015 angka tingkat kasus pemerkosaan sebanyak 26 kasus lebih sedikit dari tahun 2014. Provinsi Bengkulu sendiri sempat menyedot perhatian berbagai kalangan dengan tindak kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang diadalam almarhuma Yuyun beberapa bulan lalu.

Berkaca dari semua kasus pemerkosaan yang terjadi, wanita dan anak-anak menjadi sasaran empuk bagi tersangka. Awal bulan ini Kabupaten Bengkulu Selatan mencatatkan kembali raport merah dengan sebuah kasus pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri, pelaku sendiri berdalih karena khilaf.

Periode satu semester Januari sampai Juni 2016 tercatat sebanyak 65 kasus pemerkosaan dan pencabulan baik dari dalam kota dan kabupaten se Bengkulu, sedangkan untuk angka tertinggi tingkat kasus pemerkosaan berada di Kabupaten Seluma dengan 16 kasus. Posisi kedua ditempati oleh kota Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang dengan 11 kasus. Kabupaten Bengkulu Tengah dan Mukomuko mencatatkan raport bersih dengan tidak ada kasus pemerkosaan dalam periode Januari sampai Juni 2016.

“Baru satu semester saja sudah mencapai 65 kasus pemerkosaan tentu angkanya meningkat drastis dan untuk bulan Desember kita yakin masih ada kasus pemerkosaan yang akan terjadi,” ujar Diah Irianti.

Menanggapi hali ini BPPPA Provinsi Bengkulu mengimbau, agar masyarakat dapat saling menjaga dan melaporkan tindak pemerkosaan yang sering terjadi. BPPPA sendiri telah membentuk satuan tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Untuk menciptakan perlindungan masyarakat terpadu kami lakukan perpanjangan tangan kami yaitu dengan menciptakan satgas PPA ini,” katanya.

Diah Irianti menjelaskan, satgas ini nantinya bertugas dan ditempatkan di setiap kabupaten dengan jumlah personel mencapai 10 orang. Tugas satgas ini yaitu mengidentifikasi, melihat, melaporkan dan melindungi korban pemerkosaan.

“Kami telah melakukan pelatihan. Selain akan diturunkan di kabupaten, mereka (satgas) juga diturunkan ke desa-desa, karena desa di Provinsi Bengkulu masih banyak tergolong pelosok,” tambah Diah Irianti.

Selain itu, ia menambahkan, berkaca pada kasus pemerkosaan di Bengkulu Selatan yang pelauknya adalah keluarga terdekat yaitu sang ayah tega memeprkosa anak kandungnya sendiri, ketahanan keluarga tersebut patut dipertanyakan dan harus dilakukan perhatian khusus oleh pemerintah khususnya.

“Ayahnya tega memperkosa anaknya sendiri, kasusu ini kebanyakkan terjadi di daerah pelosok. Kita pertanyakan bagaiman ketahanan dan keimanan seorang ayah terhadap anaknya yang seharusnya dilindungi oleh keluarga tersebut. Peroslan ini adalah bagaimana tidak terbendungnya biarahi kepada anak sendiri,” terangnya.

Ia juga berharap, satgas ini nantinya dapat berkerja sama dengan semaksimal mungkin dan bisa menjalain kerjasama dengan semua pihak dan elemen masyarakat serta bisa segera di SK kan oleh Bupati dari kabupaten setempat karena hingga saat ini daerah kabupaten yang sangat rawan terjadi pemerkosaan.

“Gubernur juga mengintruksikan satgas ini nantinya dapat menyusun program seperti ada apel dan jamborenya. Kita mempunyai tugas melindungi anak dan perempuan, satgas ini adalah perpanjangan tangan kami,” pungkasnya. (529)