Waspada Dampak Cuaca Madden Julian Oscillation

cuacaBENGKULU, bengkuluekspress.com – Saat ini di kawasan Sumatera, yakni pesisir Sumatera Barat sedang terjadi musim penghujan, termasuk di Provinsi Bengkulu. Cuaca penghujan ini dinamakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu sebagai fenomena alam Madden Julian Oscillation (MJO).

Fenomena MJO ini harus diwaspadai masyarakat, terutama nelayan kapal kecil. Karena tinggi gelombang yang diciptakan MJO bisa menghempaskan kapal ke laut.

Menurut Prakirawan BMKG Fatmawati Bengkulu Winda Ayu Kusumawati saat diwawancarai bengkuluekspress.com Selasa (13/3/18) di kantor BMKG Fatmawati, fenomena MJO merupakan terjadinya gangguan sirkulasi gelombang yang ada di samudera hindia. Sehingga daerah di pesisir samudera hindia intensitas curah hujan dan kecepatan angin tergolong cukup tinggi mencapai maksimum 20 knot atau 36 Km/knot.

Penyebab aktifnya MJO adalah sirkulasi udara yang menyebabkan banyaknya jumlah uap air yang bergerak dari wilayah samudera hindia barat ke wilayah pesisir Sumatera.

”Bagi para nelayan yang melaut menggunakan kapal kecil untuk lebih waspada. Mengingat selama MJO aktif, gelombang air laut dapat mencapai maksimum 2,5 meter dan kecepatan anginnya mencapai 35 Km/knot. Tinggi gelombang dan kecepatan angin itu sangat membahayakan kapal kecil yang berlabuh di lautan,” kata Winda.

Menghindari risiko karamnya kapal dan terancamnya jiwa nelayan, BMKG mengimbau, agar para nelayan dengan kapal kecil jangan dulu melaut. Kalaupun terpaksa melaut harus ekstra waspada dengan kedatangan gelombang tinggi dan angin kencang tersebut.

Sementara terkait cuaca, Winda menjelaskan, fenomena MJO diprediksi menyebabkan tingkat curah hujan tinggi di wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Bengkulu. Hujan bisa turun pada pagi, sore, hingga malam hari. Hujan bakal terus mengguyur Bengkulu 3 hingga 7 hari kedepan. (IMN)