Warnet Diminta Tak Layani Pelajar

Three Marnope
Three Marnope

BINTUHAN, BE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kaur meminta kepada para pengusaha warung internet atau biasa disebut Warnet dan PS (Play Station), untuk tidak melayani pelajar saat jam sekolah. Hal ini merespon dari laporan masyarakat dan meminta berdasarkan hasil pantauan yang sering dilakukan Satpol PP selama ini.

“Banyak pelajar membolos saat jam pelajaran untuk bermain-main diwarnet. Ini sangat mengganggu konsentrasi pelajaran, untuk itu kita minta kepada pemilik Warnet tidak menerima siswa,” kata Kepala Dispenbud Kaur Three Marnope M TPd, kemarin (2/11).

Dikatakannya, sebagian pelajar di warnet bukan untuk mencari pelajaran tambahan ataupun tugas yang berhubungan dengan pelajaran sekolah. Namun lebih banyak bermain game online atau sekadar nongkrong saat jam pelajaran. Untuk itu ia memberi peringatan kepada pemilik warnet agar tidak menerima pelajar yang hendak bermain pada saat jam sekolah.

“Kita minta pengusaha warnet melarang pelajar masuk warnet saat jam pelajaran, karena ini sangat merusak sekali,” terangnya.

Lanjutnya, untuk terus menekan angka pelajar yang membolos, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meningkatkan operasi bekerjasama dengan Satpol PP untuk menertibkan pelajar, dan menertibkan warnet dan PS. Pihaknya juga akan memberikan tindakan tegas kepada pelajar yang tertangkap saat membolos saat jam pelajaran.

“Jika ada yang tertangkap nanti kumpulkan dan diberikan masukan. Tidak hanya itu pihak sekolah dan orang tua juga kami panggil agar pengawasan terhadap murid dan anaknya ditingkatkan,” terangnya.

Ditambahkannya, selain memberikan himbauan kepada pengusahan warnet, pihaknya juga akan akan meminta kepada Satpol PP agar mengambil langkah tegas berupa sanksi apabila ada pengusaha tetap memperbolehkan pelajar masuk warnet saat jam pelajaran.

“Kami mengimbau pengelola agar tidak segan-segan menanyakan status pengunjung warnetnya. Kalau perlu memeriksa kartu pelajarnya,” tandasnya.(618)