Warga Tewas Tertimbun Reruntuhan dan Terseret Gelombang

Bengkulu Dilanda Gempa dan Tsunami

RIO-SIMULASI TANGGAP BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI POLDA BENGKULU (1)

Sekitar pukul 09.30 WIB, kemarin (8/4), Kota Bengkulu dilanda gempa bumi yang diikuti naiknya permukaan air laut atau tsunami. Warga yang tinggal dibibir pantai yang kala itu tengah menjalankan aktivitasnya beramburan menyelamatkan diri. Namun gempa yang begitu dahsyat dan gelombang tsunami yang cukup tinggi membuat korban berjatuhan.
DENDI SUPRIADI, Kota Bengkulu

Suasana di pekarangan Mess Pemda di kawasan Tapak Paderi, Keluarah Malabero, Kota Bengkulu kemarin mendadak dihebohkan dengan suara ambulan, pemadam kebakaran, dan kendaraan evakuasi korban bencana alam. Bagaimana tidak, gempa dan tsunami yang terjadi di kawasan itu membuat puluhan warga meninggal dunia, ratusan luka-luka dan tidak belasan orang tenggelam dibawa ombak laut.
Suasana pun semakin mencekam karena usai gempa, sejumlah rumah masyarakat terbakar dan tidak lama kemudian gelombang tsunami pun menghempas. Tim penyelamat gabung dari Polri, TNI, Basarnas, Tagana, BPBD Kota dan Provinsi Bengkulu langsung turun memberikan memberikan bantuan dan mengevakuasi korban yang sudah bergelempangan.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar.. Tolong… tolong,” teriak warga sembari berupaya menyelamatkan diri.
Itulah yang terjadi dalam Pelatihan Kontijensi “Aman Nusa 2” yang digelar Polda Bengkulu dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami secara terpadu di halaman belakang Mess Pemda Provinsi Bengkulu, kemarin.
Kegiatan ini dalam rangka melatih kesiapan gabungan tim penyelamat bila sewaktu-waktu Bengkulu dilanda bencana.
Kapolda Bengkulu, Brigpol Drs M Ghufron MSi pun langsung memandu proses evakuasi korban dari Mapolda Bengkulu.
“Segera selamatkan korban, saya sudah lakukan koordinasi dengan BPBD Provisni Bengkulu untuk turun memberikan bantuan. Pendistribusian bantuan tolong diawasi agar tidak ada penyimpangan dan saya akan turunkan anjing pelacak untuk mencari korban tertimbun reruntuhan. Tim di lapangan segera kerahkan perahu karet untuk menyelamatkan korban yang dibawa ombak laut,” istruksi Kapolda.
Korban yang berhasil dievaluasi dari dalam laut pun langsung dinaikkan ke pucuk Mess Pemda yang diasumsikan sebagai puncak gunung. Selanjutnya, semua korban dan keluarganya ditempat di tenda pengungsian untuk diberikan obat-obatan, dan mengobati trauma yang dialaminya.
Bagi korban yang sudah ditemukan namun tidak bisa dikenali lagi, tim DVI dari Polda Bengkulu langsung melakukan identifikasi agar diketahui kejelasan identitasnya.
Setelah kondisi aman, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah dan jajarannya bersama Kapolda, Danrem, Danlanal serta sejumlah pejabat tinggi ainnya mengunjungi korban.
“Dirut RSMY silahkan dicek, jika obat-obatan masih kurang silahkan ditambah lagi. Pastikan bahwa semua korban mendapatkan perawatan dengan baik,” tegas Junaidi.
Selain itu, ia juga meminta kepada Sekda Provinsi Bengkulu untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan dengan baik agar semua korban yang masih diungsikan itu mendapatkan asupan gizi dengan sempurna.
“Salurkan semua bantuan, jangan sampai ada yang tidak kebagian,” pintanya.
Dipenghujung simulasi, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan pun bantuan semakin banyak bahkan ada yang sudah kelaparan. Mendapati hal itu, warga pun menghadang mobil logistik TNI yang mengangkut bantuan. Warga tidak hanya menghadang, tapi juga berusaha merampas mobil tersebut karena sejak awal mereka belum mendapatkan bantuan. Anggota TNI yang mengawasi pendistribusian logistik pun berusaha melarang warga, namun warga semakin beringas hingga tembakan peringatan ke udara tidak bisa dihindari.
Tidak hanya sampai disitu, anggota TNI dan Polripun mengamankan puluhan warga yang berusaha menjarah mobil logistik tersebut. Namun akhirnya dikembalikan ke Posko pengungsian untuk mendapatkan pengobatan, baik fisik maupun psikisnya.
Saat menutup kegiatan tersebut, Kapolda mengimbau kepada semua anggota tim penyelamat untuk selalu waspada serta cepat tanggap bila terjadi bencana di Bengkulu. Itu dikarenakan Bengkulu rawan bencana, sehingga semua pihak dituntut selalu siaga.
“Anggota agar meningkatkan kecepatan dan kelincahannya dalam mengevakuasi korban, jangan sampai ada korban yang ditelantarkan seperti dibiarkan terjepit reruntuhan atau dibiarkan mengapung diatas permukaan laut. Jika sudah ditempatkan di posko pengungsian pun korban tetap diperhatikan,” pungkasnya.(**)