Warga Protes Bantuan P2KP

TAK SELESAI: Salah satu rumah warga yang mendapatkan program bantuan dari P2KP
TAK SELESAI: Salah satu rumah warga yang mendapatkan program bantuan dari P2KP

BENGKULU, BE – Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) kota melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) untuk memberikan rumah layak huni di beberapa pemukiman kumuh, mendapatkan protes dari warga. Pasalnya, program bantuan tersebut dinilai tidak konsisten, sebab bangunan rumah yang berdiri tersebut tidak sesuai dengan hasil yang dijanjikan. Dimana dana yang alokasi per rumah sebesar Rp 22 juta dan akan diselesaikan kurang dari 1 bulan hingga penyerahan kunci, namun dilihat dari kondisi bangunan belum mencapai Rp 10 juta. Sedangkan dari pihak petugas atau penanggung jawab dari program bantuan tersebut terkesan tidak meneruskan pembangunan rumah tersebut, sehingga warga penerima manfaat menuntut kejelasan tentang kelanjutan rumah yang sekarang ditinggalkan dalam kondisi tanggung, sementara warga harus menempati rumah tersebut.

Seperti yang diungkapkan, Sopian Effendi (61) warga Jalan Merpati 18 RT 07 RW 02 Kelurahan Rawa Makmur Permai. Bahwa dirinya mau mengetahui kejelasan dan meminta agar sisa dana bantuan untuk dapat dimaksimalkan dalam penyelesaian rumahnya. Padahal pembangunan tersebut dimulai pada awal bulan Juli lalu dan diperkirakan selesai pada tanggal 23 Juli sebelum lebaran. Tapi hingga kini pembangunan tersebut belum selesai.

“Jadi kami mengusut dana selebihnya, kami ini dijanjikan bahwa pembangunan rumah ini sampai selesai/terima kunci, sedangkan dana yang disediakan sebesar Rp 22 juta/satu rumah. Tapi dana yang masuk kesini belum sampai Rp 10 juta, jadi kemana sisa dana itu. Kami itu hanya mau mengetahui larinya dana itu kemana,” ungkap Sopian.

Sopian juga mengaku bahwa saat ini pekerjaan yang dilakukan terpaksa tertunda, karena tak kunjung dikirimnya bahan material bangunan. Sehingga Sopian pun terpaksa terhutang sekitar Rp 3 juta yang dibantu oleh tetangga sekitar, untuk menguyur pengadaan bahan tersebut. Karena mau tidak mau dirinya harus segera menempati rumah tersebut.

Hal serupa juga dirasakan oleh, Sasmi salah seorang penerima manfaat PNPM warga Jalan Bandar Raya RT 01 RW 01 Kelurahan Muara Bangkahulu, dimana kondisi rumah bantuannya saat ini tidak memiliki atap, sedangkan proses pengerjaan bantuan tersebut sudah lama terhenti. Maka dalam hal ini dirinya mengharapkan agar rumah tersebut dapat segera diselesaikan, agar bisa segera ditempati.

“Kalau bisa diselesaikan soalnya kita tidak punya dana, kami tunggun saja, gimana orang yang dibantu tu seperti itu juga seharusnya,” kata Sasmi.
Sementara itu, saat dilakukan konfirmasi oleh BE, Roben Harianja selaku pendamping kelurahan/senior fasilitator tim 04 P2KP kota Bengkulu menjelaskan bahwa pihaknya menilai hal ini dikarena terjadi miss komunikasi saja. Artinya, tidak ada unsur kesengajaan atas keterlambatan dari pihaknya, hanya saja pihaknya sedang terbagi fokus karena adanya pendataan rumah tangga yang sedang dilakukan.

“Sebenarnya program ini masih berjalan karena pekerjaan kita terbagi fokus, karena memang keadaan saja bukan karena ada niat untuk menunda itu atau mengada-ada,” jelas Roben.

Dalam hal ini, Roben mengaku pihaknya telah difasilitasi oleh pihak RT untuk menyampaikan penjelasan langsung kepada warga penerima manfaat terkait progres yang sedang berjalan untuk pembangunan rumah warga tersebut. Dan pihaknya juga memastikan berdasarkan kesepakatan, sisa dana pembangunan rumah tersebut akan dicairkan pada minggu ke 2 bulan Oktober ini.

“Jadi dalam pencairannya ada 3 tahap yakni 30 persen, 60 persen dan yang terakhir 10 persen. Nah yang 10 persen ini memang belum diproses, kemudian rekomendasinya juga belum saya tanda tangan, karena terbagi fokus itu tadi,” tambahnya. (805)