Warga Minta Tanggul Diprioritaskan

 Warga Minta Tanggul Diprioritaskan
Warga Minta Tanggul Diprioritaskan

RINDU HATI, Bengkulu Ekspress – Kondisi tanggul atau bronjong penahan air di daerah aliran sungai (DAS) Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini kondisinya kian memprihatinkan.

Pasalnya, tanggul yang dibuat saat Kabupaten Benteng masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tersebut, saat ini sudah mulai rusak dan mengancam area lahan persawahan.

“Tanggul ini dibangun sejak desa kami masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara dan masih berdiri sampai saat ini. Hanya saja, beberapa bagian memang sudah ambruk akibat terjangan air Sungai Rindu Hati yang sangat deras,” ungkap Kepala Desa (Kades) Rindu Hati, Sultan Mukhlis SH.

Lebih lanjut Kades menjelaskan, arus air sungai di Desa Rindu Hati memang sering deras saat musim penghujan tiba. Sebab itulah, jika tak segera disikapi, dirinya khawatir daerah aliran sungai akan semakin terkikis dan membuat lahan persawahan menjadi tergerus.

“Bisa dilihat langsung, area persawahan warga hanya tinggal menunggu waktu amblas ke aliran sungai. Pembangunan tanggul merupakan skala prioritas dan harus disikapi segera,” tandasnya.

Selain mengancam area persawahan, ungkapnya, lambannya penanangan tanggul juga dapat menimbulkan bencana besar. Pasalnya, luapan air yang besar bisa membuat sebagian besar pemukiman warga Desa Rindu Hati menjadi kebanjiran.

“Perbaikan tanggul juga merupakan salah satu upaya penyelamatan desa. Sebab, 60 persen wilayah Desa Rindu Hati saat ini dilindungi oleh tanggul yang menahan abrasi,” bebernya.

Tak berdiam diri menyikapi kondisi ini, Sultan mengaku telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah menyampaikan usulan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Benteng melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng.

“Usulan selalu disampaikan setiap tahun namun belum juga digubris. Bahkan, setiap tahun pula kami diminta untuk menyampaikan ulang usulan dengan alasan usulan lama telah hilang.

Kami minta agar Pemda terjun langsung ke lokasi dan melihat langsung kondisi Desa Rindu Hati saat ini,” beber Kades.(135)