Warga Keluhkan Tarif Listrik

ListrikBINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik khususnya untuk daya 900 VA beberapa bulan ini, dikeluhkan masyarakat Kaur. Sebab, kenaikan dinilai terlalu memberatkan atau mencekik rakyat kecil.

“Jujur saja saya sangat keberatan, karena naik tarif listrik ini sampai dua kali lipat dari sebelumnya,” keluh Nova (45), warga Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (22/8).

Menurut Nova, biasanya tarif listrik yang dibayar perbulan hanya Rp 150 ribu, namun beberapa bulan belakangan ini biaya tarif listrik melonjak mencapai 100 persen, hingga harus membayar Rp 300 ribu perbulan nya.

Rendahnya penghasilan suaminya yang berprofesi sebagai petani, membuat Nova mengeluhkan kenaikan tarif listrik yang dilakukan pemerintah. “Kenaikan tarif listrik dan pencabutan subsidi listrik ini bagi kami sangat memberatkan. Sebelumnya, hanya dengan uang Rp 50 ribu belanja token listrik bisa bertahan sampai 9 hari lamanya. Tapi sekarang, belanja Rp 50 ribu hanya bertahan 4 hari,” keluhnya.

Ungkapan serupa dikemukakan pelanggan PT PLN Persero Cabang Bintuhan lainnya, Hendri, (38). Dia mengaku keberatan dengan membengkaknya pengeluaran untuk membayar listrik setiap bulan. Ia berharap kepada pihak PLN agar ada solusi yang tepat untuk mengurangi pembayaran tarif listrik.

“Sebelum tarif naik, pulsa listrik Rp 50 ribu cukup untuk satu bulan. Sekarang habis Rp 150 ribu dan saya merasa keberatan,” keluhnya.

Ditempat terpisah, Manajer Cabang PLN Rayon Bintuhan, Edwardus membenarkan, bahwa kenaikan tarif dan pencabutan subsidi listrik tersebut merupakan kebijakan pemerintah dan telah diberlakukan sejak Januari 2017 lalu secara bertahap.

“Pelanggan rumah tangga mampu 900 VA tersebut akan dikenakan kenaikan tarif dari sebelumnya bersubsidi menjadi keekonomian atau non subsidi secara bertahap, karena selama ini listrik yang disubsidi pemerintah itu dicabut,” jelasnya. (618)