Warga Geram Pembangunan Jembatan

Jefryy/Bengkulu Ekspress - Pembangunan jembatan menuai protes dari warga, karena membuat warga kesulitan melintas ,termasuk membawa hasil pertanian.
Jefryy/Bengkulu Ekspress – Pembangunan jembatan menuai protes dari warga, karena membuat warga kesulitan melintas ,termasuk membawa hasil pertanian.

SELUMA UTARA, Bengkulu Ekspress – Pembangunan jembatan Air Talang Tengah di Desa Selinsingan, Kecamatan Seluma Utara, menuai protes warga. Warga eram, hampir sebulan pekerjaan dilakukan, tetapi hingga saat ini tidak ada jalan darurat yang dibuat sebagai jalan alternatif bagi warga untuk keluar/masuk desa.

“Kami sangat kecewa dengan pekerjaan yang dilakukan tanpa mengedepankan jalan darurat. Padahal jalan ini jalan utama menuju desa lainnya, termasuk untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan,” tegas Warga Selinsingan Muharram kepada Bengkulu Ekspress kemarin (5/9).

Bahkan, terbaru pekerja kembali memutus jalan akses penghubung ke tiga desa, di diantaranya, Desa Makar Jaya, SP I dan Ulu Talo. Geram dengan kondisi itu warga pun mengancam membakar alat berat yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Seluma, harus cepat bertindak. Dengan harapan bisa mengatasi permasalahan ini. Mengingat hingga saat ini pekerjaan tak kunjung dikerjakan, ditambah lagi pekerja juga tidak ada di lokasi. Alhasil, seluruh hasil pertanian berupa kopi, sawit dan karet harus tertahan di kebun, tidak bisa dibawa keluar dan tidak bisa dipasarkan. Akibat jembatan satu-satunya untuk membawa komoditi pertanian dan perkebunan itu diputus.

Disampaikan, pekerjaan perbaikan pembuatan jembatan yang berada ditengah desa itu, juga penghubung tiga desa di diantaranya, Desa Makar Jaya, SP I dan Ulu Talo. Dengan demikian akses ke desa ikut tertutup untuk sementara.

“Imbasnya banyak termasuk pekerjaan dana desa juga tidak bisa masuk ke beberapa desa baik itu material pekerjaan dana desa (DD),” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Selingsingan Suhadi menerangkan, saat pengerjaan jalan dimulai tidak ada pemberitahuan ke perangkat desa. Termasuk saat pemutusan jalan dilakukan.

“Bukan manfaat yang diperoleh dengan pekerjaan ini, justru sebaliknya. Bahkan pekerjaan ini sendiri tidak berpamitan dengan Pjs Kades maupun perangkatnya,” keluhnya.

Menurutnya, semestinya sebelum pekerjaan dilakukan dibuatkan dulu jembatan darurat atau jangan dihancurkan semua. Karena jalur yang sebelah kiri masih bagus bisa dilewati kendaraan dengan bergiliran. Diharapkan Pemda Seluma melalui dinas terkait dapat dengan segera mengatasi permasalahan ini.

“Jika tidak ingin di amuk masa yang menggunakan jalan utama ini maka harus di selesaikan dan ditindak lanjuti akan keluhan ini bukan seperti saat ini hanya diam,” tegasnya.

Terkait berita ini, kontraktor yang mengerjakan pembangunan jembatan itu belum berhasil dikonfirmasi.

Sementara Kepala Dinas pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Seluma M Syaifullah ST MM saat dikonfirmasi BE kemarin enggan memberikan tanggapan. Dia justru meminta masalah pembangunan jembatan yang dikeluhkan warga tersebut tidak usah diberitakan. (333)