Kamis, 27/12/2012 - 18:00 WIB
Kaur ekspress | beonline - Bengkulu Ekspress

Warga Dibantu Tombak dan Jaring Babi

BAGIKAN Nampak sekda Kaur dan Kapolrs membagikan tombak, anjing dan jaring kepada perwakilan kelompok kemarin (ROFI BE)BINTUHAN, BE- Dinas Pertanian Kaur melalui Sekda Kaur Drs H Mulyadi Usman MPd kemarin menyerahkan bantuan 358 unit lapon atau jerat babi, 2.120 buah tombak babi dan 21 ekor anjing kepada 14 kelompok tani pemburu. Bantuan tersebut berguna untuk mengamankan pertanian dan meminimalisir binatang pengganggu seperti babi. Selain dibagikan alat bantuan kepada petani Dinas Pertanian juga memusnahkan sebanyak 5000 ekor hama babi. “Bantuan tombak dan lapon serta anjing tersebut setiap kelompok mendapatkan 50 unit jaring, 10  tombak dan 1 ekor anjing kecuali kelompok Porbi mendapatkan 5 ekor anjing. Mengingat kelompoknya  cukup banyak,” ujar Kadis Pertanian Asmawan SSos, kemarin.

Dikatakan Asmawan, bantuan tersebut yang disalurkan merupakan program Dinas Pertanian melalui dana APBD 2012 Rp 1,2 miliar. Dana tersebut termasuk homorium untuk ekor dan moncong babi, semuanya sudah disalurkan kepada kelompok dengan baik. “Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut hama pengganggu pertanian masyarakat yang paling  ganas yakni babi yang kita ketahui bersama, juga penyakit bagi tanaman masyarakat,” jelasnya.

Disamping itu Sekda Kaur Drs H Mulyadi Usman MPd mengatakan gangguan tersebut perlu penanganan khusus yang dilakukan oleh petani dengan menggunakan peralatan yang cukup mahal. Sehingga dengan adanya tombak, jaring, dan anjing merupakan peralatan mahal yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.  “Melalui dana alokasi yang sudah dibelikan tersebut, tentunya sangat membantu petani dalam  menaggulangi hama yang sangat merugikan. Oleh karena itu jenis alat yang diberikan kepada petani  itu beranekaragam, sesuai dengan kebutuhan mereka di lahan pertanian mereka masing-masing,”  jelasnya.

Sekda juga berharap dengan adanya alat tersebut, gangguan hama babi  tersebut dapat  diminimalisir oleh para petani. “Kemudian alat tersebut jangan sampai disalah gunakan seperti dijual atau digunakan untuk lainya yang merugikan kita sendiri,” jelasnya.(823)

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved