Warga Belasan Desa Terancam Kelaparan

Jalan Rusak, Pasokan Raskin Terhambat
kondisi-jalan-seperti-ini-membuat-pendistribusian-raskin-terhenti-setelah-tidak-ada-kendaraan-yang-mampu-untuk-sampai-ke-kecamatan-ulu-talo-2

ULU TALO, BE – Warga yang berdomisili di 14 desa Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, terancam kelaparan. Pasalnya, sudah 5 bulan ini belum menerima beras miskin (raskin). Hal itu disebabkan kendaraan pembawa raskin dari Bengkulu menuju Kecamatan Ulu Talo enggan membawa. Pasalnya kondisi jalan menuju Kecamatan Ulu Talo sudah sangat memprihatinkan, sehingga sopir khawatir melintas di jalan itu dengan muatan lebih.

“Keseluruhan warga penerima raskin di Kecamatan Ulu Talo belum menerima raskin dari bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan September dengan alasan kendaraan enggan masuk setelah kondisi jalan tidak memungkinkan,” yhae Kades Bakal Dalam, Herman Suadi kepada BE, kemarin.

Padahal, kata Herman, khusus di musim hujan, setiap pengiriman raskin untuk kawasan Ulu Talo, warga sudah bersedia untuk menambah pembayaran Rp 300/kg. Namun sopir atau pemilik kendaraan enggan masuk ke dalam. Jika kondisi musim kemarau, akses jalan tetap normal sehingga siapun bisa melintas. Lain halnya seperti musim penghujan saat ini, yang selalu tergenang air dan berlumpur, sopir enggan masuk,” ujarnya.

Selain raskin yang susah untuk didistribusikan kepada penerima, sejumlah hasil pertanian dan perkebunan yang telah ada di kawasan Ulu Talo juga terancam tidak bisa dijual. Hal ini disebabkan sejumlah toke dan pedagang yang membawa kendaraannya enggan memasuki kawasan Ulu Talo untuk menjemput hasil pertanian atau perkebunan warga. “Bukan raskin saja yang susah didistribusikan ke desa-desa di kawasan Ulu Talo, tetapi juga pada hasil pertanian, perkebunan serta sembako juga susah,” Herman.

Sebab itu, kita mengharapkan kepada Pemda Seluma atau Pemprov Bengkulu untuk segera memperbaiki jalan menuju Kecamatan Ulu Talo tersebut, supaya 14 desa tidak merasa tinggal di pedalaman. Jika tidak cepat ditangani, bisa memungkinan warga kelaparan, karena selain tidak menerima raskin, pendapatan mereka dari pertanian dan perkebunan juga minim. “Jadi saya harap pemerintah cepat tanggap,” ujar Herman.(333)