Warga Bangun Jalan Sendiri

1. bangun jalan tani

MERIGI KELINDANG, BE – Masyarakat Desa Penembang Kecamatan Merigi Kelindang merasa pembangunan di Bengkulu Tengah tidak menyentuh kawasan pedalaman. Meskipun fokus pembangunan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah selalu memfokuskan pembangunan jalan, namun warga Penembang yang membutuhkan jalan tidak mendapatkan harapannya. Warga Desa Penembang umumnya berprofesi sebagai petani, namun tidak difasilitasi jalan usaha tani (JUT) yang layak. Karena sangat membutuhkan jalan menuju perkebunan tersebut, warga terpaksa membangun jalan sendiri, hingga setiap minggu harus bergotong royong memperbaikinya.
Dijelaskan Kepala BPD Eli Kihajar bahwa jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut, merupakan satu-satunya akses jalan menuju lahan perkebunan masyarakat Desa Penembang. Jika tidak dibangun maka masyarakat selalu kesulitan mengangkut hasil pertanian, baik Kopi, Sawit maupun Padi setiap musim panen tiba. Padahal hampir seluruh masyarakat Desa menggantungkan hidup dengan hasil pertanian.
“Melalui kelompok tani kita sudah berulang kali sampaikan proposal permohonan pembangunan jalan usaha tani. Meskipun sudah diajukan sejak 2010 lalu, tetapi belum juga ada kejelasan kapan pembangunannya dilaksanakan,” tegas Eli.
Eli bersama dengan puluhan warga lainnya berharap Pemda memprioritaskan pembangunan jalan usaha tani Desa Penembang. Sebab, masyarakat sangat membutuhkan jalan tersebut.Selama ini upaya telah banyak dilakukan agar jalan itu dibangun, namun belum juga ada hasilnya.
”Selain mengajuka proposal masyarakat juga selalu melaksanakan gotong royong perbaikan jalan hampir setiap minggu, dengan harapan agar diketahui Pemerintah kemudian dilakukan pembangunan jalan sesuai harapkan.
Suparno (38) Ketua Kelompok Tani Bea Lei Desa Penembang mengakui, upaya kelompok tani menyampaikan permintaan pembangunan jalan kepada Pemda Bengkulu Tengah sudah berlangsung sejak 7 tahun lal, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
“Seandainya ada pengerasan jalan, maka kendaraan mudah masuk kekawasan perkebunan. Tentu ada toke yang mau masuk kedalam, sehingga petani tidak mesti mengluarkan biaya tambahan pengangkutan hasil pertanian,” ujarnya.
Diharapakan Suparno bukan hanya Pemda Bengkulu Tengah yang  melakukan pembangunan jalan mereka, tetapi juga Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena akses jalan yang selalu digotong royongkan masyarakat tersebut tembus ke Desa Pagar Gunung Kabupaten Kepahiang. “Ya jalan ini juga jalan lintas daerah, karena tembus ke Kepahiang, tetapi kita belum ajukan permohonan ke Pemerintah Provinsi, karena kita fokusnya kepembangunan jalan pertanian,” ucapnya. (320)