Warga 7 Desa Hapuskan Pesta Malam, Dinilai Banyak Dampak Negatif

bengkuluekspress.comTOPOS, Bengkulu Ekspress – Banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari acara pesta malam yang sering digelar masyarakat saat acara pernikahan dan lainnya, warga di Kecamatan Topos sepakat untuk menghapus pesta malam.

Dijelaskan Lurah Topos, Eropa SKM kesepakatan warga bersama 7 kepala desa, perangkat desa, lurah, camat dan Babinsa tersebut dituangkan pada rapat koordinasi yang dilakukan Sabtu (8/4).
“Kita minta masyarakat bisa mematuhi karena sudah menjadi kesepakatan seluruh perangkat kelurahan dan desa se-Kecamatan Topos,” jelas Lurah.

Dikatakan Eropa, penghapusan pesta malam tersebut berkenaan dengan sejumlah dampak negatif yang sering ditimbulkan. Antara lain peredaran miras, narkoba, perkelahian hingga tindakan amoral. Penghapusan acara pesta malam itu juga didukung penuh tokoh agama, tokoh adat serta tokoh masyarakat se Kecamatan Topos. Karena kegiatan muda-mudi dalam pesta malam bertentangan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong yang menjunjung tinggi adat dan budaya serta pengembangan sektor pariwisata.

“Pesta malam juga mengganggu kenyamanan masyarakat karena selesainya pesta malam tersebut tengah malam saat warga sedang beristirahat,” kata Eropa.

Sementara itu, Kapolres Lebong, AKBP Zainul Arifin SE MH memberikan tanggapan positif dengan adanya inisiatif perangkat kelurahan dan desa se-Kecamatan Topos yang ingin menghapuskan pesta malam. Ditegaskannya, Polres Lebong sepenuhnya mendukung dan tidak akan tolerir terhadap pelaksanaan pesta malam di Kecamatan Topos. “Kami harap inisiatif ini bisa diturut oleh perangkat desa dan kelurahan lainnya,” ucap Kapolres.(777)