Walikota Ajak Sulap Kawasan Kumuh

tanam-pohon-6
Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan SE saat menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia, kemarin (31/10). (Foto MEDI/BE)

BENGKULU, BE – Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan SE mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menyulap kawasan kumuh menjadi kawasan yang bersih dan asri. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menatat lingkungan dan menanam pohon. Hal ini disampaikan Helmi saat memperingati Hari Habitat Dunia yang digelar di kawasan Tapak Paderi, kemarin (31/10).

“Tujuannya agar perumahan-perumahan, dan lingkungan kita itu menjadi lingkungan yang bersih, sehat dan peduli,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, hal tersebut sejalan dengan Program Kota Tanpa Kumuh yang sedang digalakkan di Kota Bengkulu. Selain itu, ia juga berharap peringatan Hari Habitat Dunia ini dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan terhadap lingkungan tempat tinggal.

Pemerintah Kota sendiri dengan Program 8 Tekadnya akan terus berkomitmen menata lingkungan, termasuk melalui perbaikan dan pembenahan infrastruktur yang saat ini sudah mulai terlihat dan dirasakan oleh masyarakat.

“Kita juga berupaya bagaimana infrastruktur pendukung kota ini juga harus terbebas dari kota kumuh. Nah, ini sejalan, makanya pemerintah kota sangat mengapresiasi dan mendukung dengan sepenuhnya,” terang politisi PAN ini.

Menurut Helmi, setidaknya saat ini masyarakat harus memulai dengan langkah kecil terlebih dahulu, seperti sadar dengan lingkungan dan sadar menanam pohon. Sebab, hal kecil itu merupakan salah satu langkah yang baik untuk menyelamatkan generasi ataupun penghuni kota ini di masa depan. Karena, dengan menanam pohon, maka masyarakat akan mendapatkan udara yang lebih segar sehingga menciptakan keharmonisan kehidupan di setiap lingkungan yang ada.

“Jangan kemudian generasi masa depan sangat langka menemukan pohon, dan ini bisa terjadi kalau kita tidak mulai menanam hari ini. Maka hal kecil yang kita lakukan hari ini menanam pepohonan karena kita ketahui pohon itu banyak memberikan manfaat bagi manusia dan bumi ini,” tuturnya.

Ia menyebutkan meski upaya ini tengah dilakukan namun persoalan pemukiman kumuh ini perlu penanganan secara bersama-sama baik masyarakat, pemerintah kota, provinsi dan pusat. Seperti contoh secara perlahan di Kelurahan Sumur Meleleh saat ini sudah menunjukkan hasil yang cukup membanggakan, dimana setelah diberikan arahan, sosialisasi serta beberapa perbaikan sesuai kebutuhan maka timbul kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat lingkungannya sehingga mampu keluar dari kategori lingkungan kumuh.

“Kemudian di Kelurahan Sumber Jaya yang saat ini secara perlahan sudah terbebaskan dari persoalan lahan PT Pelindo. Jadi, ini tinggal urusan teknis, ketika ini sudah terbebas maka tidak ada alasan lagi pemerintah untuk membangun. Mudah-mudahan masyarakat kita disana tidak lagi menjadi kawasan kumuh,” ungkapnya.

Peringatan Hari Habitat Dunia ini juga diisi dengan beberapa kegiatan, mulai dari penanaman pohon, aksi sosial kebersihan lingkungan, hingga senam bersama. (805)