Wagub Bengkulu Minta Kenaikan Elpiji 3 Kg Ditunda

BENGKULU, BE – Terhitung mulai hari ini, 1 April 2015 Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memberlakukan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 Kg hasil pembahasan dengan Hiswana Migas dan Pertamina beberapa waktu lalu. HET ini ditetapkan berdasarkan radius jarak tempuh dari Kota Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin meminta pemberlakukan HET elpiji 3 Kg tersebut ditunda, karena waktunya dinilai belum tepat karena harga BBM baru saja dinaikkan pada 28 Maret lalu yang dipastikan kenaikannya diikuti harga barang-barang lainnya.

Adapun harga baru yang akan diberlakukan, seperti Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Seluma untuk ditingkat agen HET elpiji ditetapkan sebesar Rp 14.000 pertabung, sedangkan ditingkat pangkalan Rp 15.300 per tabung.

Selanjutnya, Kabupaten Kepahiang ditetapkan Rp 14.650 per tabung ditingkat agen dan Rp Rp 15.950 ditingkat pangkalan, Kabupaten Rejang Lebong HET ditingkat agen sebesar Rp 14.900 per tabung dan ditingkat pangkalan Rp 16.200 per tabung, wilayah Muara Aman Rp 16.650 per tabung ditingkat agen dan Rp 17.950 di tingkat pangkalan.

Sedangkan di Kabupaten Bengkulu Utara ditetapkan Rp 14.900 ditingkat agen dan Rp 16.200 ditingkat pangkalan, sedangkan di Kabupaten Bengkulu Selatan ditetapkan sebesar Rp 16.000 ditingkat agen dan Rp 17.300 ditingkat pangkalan, untuk di Kabupaten Kaur HET elpiji 3 kg ditetapkan Rp 17.500 per tabuing ditingkat agen dan Rp 18.800 ditingkat pangkalan.

Yang termahal terdapat untuk wilayah Kabupaten Mukomuko Rp 19.500 per tabung ditingkat agen dan Rp 20.800 ditingkat pangkalan. “Memang kenaikan elpiji ini mengikuti mekanisme pasar. Jika pemerintah pusat memutus untuk menaikkannya, kita di Bengkulu pun tidak bisa menolak. Tapi menurut saya saat ini timing atau waktunya belum tepat,” ungkap Sultan.

Menurutnya, dengan naiknya harga BBM saja masyarakat sudah sangat dibebani dengan meningkatkan pengeluaran, apalagi nanti ikuti dengan naiknnya harga elpiji 3 Kg maka dipastikan masyarakat akan mengeluh.

Di sisi lain harga hasil perkebunan masyarakat seperti karet dan sawit tetap anjlok. “Saya kira kita harus mencari waktu yang tepat, karena kita tidak menginginkan masyarakat kita dibebani dengan biaya untuk bertahan hidup yang terlalu besar, karena sembako juga ikut naik saat ini.Jika pun besok atau lusa BBM turun, maka dipastikan belum diikuti harga sembako lainnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, Hj Yuliswani SE MM memaparkan bahwa pemprov berencana akan memberlakukan menaikkan harag elpiji 3 Kg mulai 1 April 2015 ini. Hanya pemberlakukan HET elpiji melon tersebut belum bisa dipastikan, karena Peraturan Gubernur (Pergub)-nya ada kesalahan redaksional sehingga harus direvisi kemudian dinaikkan kembali ke meja gubernur.

“Kemarin ada kesalahan sedikit, jadi sekarang kita naikkan lagi ke Biro Hukum kemudian diteruskan ke gubernur. Kalau sudah turun lagi, maka langsung diberlakukan,” tukasnya. (400)