Wagub dan Dewan Desak PU Kerjakan Proyek

DENDI- Wakil Gubernur Sultan B Najamudin saat diwawancarai awak media menanyakan kejelasan pengerjaan proyek di Dinas PU  (2)

BENGKULU, BE – Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (31/3) mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu. Pada waktu yang bersamaan juga datang Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, H Yurman Hamedi SIP dan Ketua Fraksi Demokrat Ir Muharamin.
Kedatangan Wagub dan anggota dewan ini bertujuan untuk menanyakan proyek yang dikelola Dinas PU hingga saat ini belum dilaksanakan. Jika terus molor, dikhawatirkan tidak selesai hingga akhir 2015 ini sehingga kembali menyebabkan Silpa yang cukup besar.
“Saya hampir setiap hari mendapatkan laporan kondisi di lapangan seperti keluhan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya. Saya sampaikan ke Kadis PU, saya tidak mau lagi ada proyek putus kontrak akibat tidak profesionalnya kontraktor pelaksananya,” kata Sultan.
Menurutnya, jika proyek dikerjakan diakhir tahun, maka pengerjaannya dipastikan tidak maksimal, seperti volumenya kurang sedangkan anggarannya membengkak.
“Saya minta PU segera melaksnakaan pengerjaan semua proyek yang dianggarkan tahun ini, karena masyarakat sudah lama menunggu,” pintanya.
Senada juga disampaikan Ketua Komisi, Yurman Hamedi. Ia mempertanyakan alasan PU belum juga memulai proses pengerjaan proyek tersebut, padahal sudah memasuki Bulan April dan tidak lama lagi proses pembahasan APBD Perubahan segera dimulai.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan proyek ini kapan akan dimulai. Kalau Dinas PU tidak segera melaksanakan lelangnya, maka kami akan melelangkannya. Karena ini kebutuhan masyarakat sehingga tidak bisa ditunda-tunda,” kata anggota dewan Dapil Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah ini.
Menurutnya, proses lelang harus dimulai sesegera mungkin, karena proyek yang ditangani Dinas PU Provinsi Bengkulu cukup banyak sehingga dikhawatirkan akan bermasalah jika dilaksanakan diakhir tahun.
“Dari segi kualitas jauh berbeda antara dikerjakan sekarang dengan dikerjakan di akhir tahun. Karena akhir tahun itu cenderung terburu-buru, sehingga pelaksanannya kebanyakan dilakukan pada malam hari tanpa penerangan yang memadai. Contoh selama ini sudah banyak, ujung-ujungnya putus kontrak karena kontraktor tidak sanggup menyelesaikannya,” sesal Yurman.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas PU Ir Andi Rosliansyah mengungkapkan bahwa proses lelang melalui ULP Provinsi Bengkulu sudah mulai dilakukan dan diperkirakan akan selesai dalam bulan ini juga.
“Jumlah semua paket yang kita mulai lelang ada 76 paket dengan total anggarannya mencapai Rp 374 miliar,” ujarnya.
Ia mengaku tidak ada kendala dalam proses lelang, dan ia memastikan pengerjaan proyek itu tidak akan menumpuk hingga akhir tahun ini.
“Agar proses pelaksanannya berjalan lancar, kami pun meminta ULP untuk tidak memenangkan kontraktor yang tidak memiliki alat kerja, karena kendala tahun-tahun sebelumnya dikarenakan kontraktor tidak memiliki alat sehingga harus pinjam dulu kepada orang lain dan membuat proses pengerjaan lambat selesainya,” pungkas Andi. (400)