Wabup Minta Rumah Penderita Kanker Dibedah

Wabup BU, Arie Septia Adinata SE saat mengunjungi kediaman penderita kanker payudara di Desa Kota Lekat Kecamatan Hulu Palik dan kondisi rumahnya memprihatinkan.
Wabup BU, Arie Septia Adinata SE saat mengunjungi kediaman penderita kanker payudara di Desa Kota Lekat Kecamatan Hulu Palik dan kondisi rumahnya memprihatinkan.

HULU PALIK, Bengkulu Ekspress– Usai mengunjungi rumah Eni Mulyanti (36) yang menderita kanker payudara stadium 4 di Desa Kota Lekat Kecamatan Hulu Palik, Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Utara (BU), meminta camat dan kepala desa (kades) setempat untuk mengusulkan rumah tersebut dibedah.
Hal ini dikarenakan rumah yang ditempati Eni bersama suaminya, Juhardi (43) dan satu orang anaknya itu sangat tidak layak.

‘’Memang saya sudah sampaikan kepada camat, kades, BPD dan ketua presidium pemekaran Kecamatan Hulu Palik yang turut serta dalam kunjungan ke rumah penderita kanker payudara agar mendapatkan bedah rumah,’’ ujar Wabup.

Arie, menambahkan selain pengobatan kanker payudara stadium 4 yang dibutuhkan, bedah rumah juga harus dilakukan. Karena, kondisi rumahnya berdinding kayu dan berlantaikan tanah. Maka, sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian dengan acara membantu meringankan beban yang ditanggung keluarga tersebut.

‘’Penanganan kanker payudara yang dideritanya tetap lanjut. Bedah rumah juga harus dilakukan,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, Camat Hulu Palik, Darmawan SSos mengaku tengah berupaya membuatkan usulan agar keluarga Eni mendapatkan bantuan bedah rumah. Untuk itu, ia bersama pihak desa tengah membuatkan proposal usulan bantuan tersebut.

‘’Kita sedang membuat proposalnya, apakah akan dibawa ke Dinas Sosial atau melalui Badan Amil Zakat (Baznas). Bahkan, kalau bisa dari keduanya dapat membantu keluarga tersebut,’’ terangnya.
Camat menuturkan, bantuan untuk penderita kanker payudara terus berdatangan dari berbagai pihak. Ia sangat mengharapkan bantuan itu terus mengalir agar Eni bisa menjalani pengobatan sebagaimana semestinya.

‘’Bantuan dari masyarakat tentu sangat diharapkan bisa meringankan beban pengobatan yang dijalani Eni. Saya selaku camat juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan dalam bentuk apapun,’’ pungkasnya.

Selain itu, berbagai relawan yang menjalankan proposal untuk membantu mengumpulkan dana untuk pengobatan Eni juga terus bergerilya. Karena Eni harus menjalani pengobatan ke Palembang setiap 18 hari sekali. Sebab, kanker payudara yang dialami Eni inu sudah sejak 9 bulan terakhir atau sudah parah.(816)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*