Visit Bengkulu 2020, Harus Bebas Sampah

Gubernur Gowes dengan Pejabat Eksekutif

sepeda-santai-gub-6
OLAHRAGA: Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti saat bersepeda pagi dengan para pejabat eksekutif dan Club Sepeda Cybro di Pantai Panjang Bengkulu, kemarin (13/11). (Foto IST/BE).

BENGKULU, BE- Gubernur Bengkulu DR H Ridwan Mukti,MH geram dengan kondisi Pantai Bengkulu yang memiliki keunikan dan keindahan unik, namun harus tercoreng dengan sampah. Karena itu, dia bertekad memasuki visi Bengkulu 2020, pariwisata Bengkulu bebas sampah. “Pada 2020 nanti, saya tidak mau melihat sampah seperti ini lagi,” ujar Ridwan Mukti (RM), sambil memunguti sampah berserakan, di Pantai Panjang, disela-sela Gowes, pukul 06.00 WIB, kemarin (13/11).

Romobngan Gowes antara lain Ketua Klub Sepeda Cyling Brothterhood (Cybro) Bengkulu, Ir Edi Waluyo SH MM, Danrem 041 Gamas Bengkulu Kolonel Inf Andi Muhammad yang diwakili oleh Kasiops Mayor Inf Andri, Lanal Bengkulu serta puluhan anggota Brimob.

Start dari Pantai Pasir Putih kemudian menuju Sport Center Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Pantai Jakat hingga Bundaran Jalan Enggano Pantai Pasar Bengkulu.

Saat berhenti di Bundaran Jalan Enggano, gubernur yang akrab disapa RM ini dengan diikuti penggowes lainnya menyempatkan diri melihat pembuatan kapal yang sudah hampir selesai.

Di sini gubernur juga sempat menyampaikan berbagai potensi maritim serta kebersihan lingkungan khususnya pantai dan tempat wisata di Bengkulu.

Dia mengatakan, kesadaran terhadap kebersihan lingkungan memang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah Bengkulu ke depan, baik kota maupun provinsi.

Untuk tahap awal, Ridwan mengatakan kondisi toilet di kawkasan wisata harus bersih dan kering. “Memberi senyuman dan pelayanan yang ramah, menebar senyum bagi para pengunjung wisata yang datang dalah kunci utama,” ungkapnya.

Dia meminta kepada para pedagang, untuk tetap mengutamakan pelayanan maksimal. Dengan pelayanan yang baik, maka akan memancing pengujung datang kembali, untuk berwisata. “Jangan sampai para pedagang, khususnya di kawasan pantai, bersikap tidak ramah atau mungkin memasang tarif makanan yang tidak sesuai. Kalau itu terjadi, dipastikan mereka kapok datang ke Bengkulu lagi,” tambah Ketua DPD I Golkar Provinsi Bengkulu ini.

Para pedagang di sepanjang pantai pelan-pelan harus diberi pengertian untuk turut serta menjaga keindahan pantai. Gubernur mengusulkan, tempat-tempat jajanan dan kuliner perlu dirapikan. Misalnya hanya titik-titik tertentu orang bisa jualan. Agar pantai tidak terlihat kumuh.

Disisi lain, Ketua Klub Sepeda Cybro Bengkulu, Ir Edi Waluyo mengatakan gowes bersama semacam ini perlu dilakukan. Selain membuat badan sehat juga bisa tukar pengalaman.

Edi juga menghapresiasi langkah gubernur yang selalu turun dan melihat langsung titik-titik persoalan yang ada di masyarakat. “Apa yang dilakukan gubernur ini, saya yakin tidak murni bersepeda bareng. Tapi dilain sisi gubernur juga ingin melihat langsung aktifitas masyarakat,” ujar mantan Asisten II Setdaprov Bengkulu ini.

Selepas dari Bundaran jalan Enggano, gubernur dan puluhan penggowes lainnya kembali mengayuh sepeda menuju pantai Pasir Putih sebagai titik finish. (151)